Menhan AS 'Dirujak' Senator soal Kondisi Buruk Kapal USS Lincoln

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth dan Plt Menteri Angkatan Laut Hung Cao banjir kritik soal kondisi dan keberlangsungan operasi kapal induk USS Abraham Lincoln di tengah perang yang masih bekobar di Timur Tengah.

Anggota Komite Angkatan Bersenjata, Senator Richard Blumenthal menyurati Hegseth dan Hung Cao soal nasib kapal yang sudah berlayar lebih dari 250 hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah ada laporan luas soal kekurangan pasokan dasar, kontaminasi air, masalah perpipaan, kesehatan mental [personel] yang memburuk, kekhawatiran soal keselamatan di dek kapal, dan gangguan sistem pos, yang menyebabkan banyak paket bantuan yang sedang dalam perjalanan ke kapal hilang selama berbulan-bulan," tulis Blumenthal, demikian dikutip Anadolu Agency.

Lebih lanjut, Blumenthal mengatakan kapal Lincoln meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut San Diego pada 21 November 2025 untuk penugasan yang mulanya direncanakan selama tujuh bulan.

USS Lincoln seharusnya berhenti berlayar pada Mei tetapi terus diperpanjang tanpa kepastian waktu pulang.

Menurut Blumenthal, penempatan yang diperpanjang ini menimbulkan pertanyaan apakah Angkatan Laut bisa mempertahankan tuntutan operasional yang diberikan ke armada sambil menjaga kesejahteraan awak, kesiapan peralatan, dan pemeliharaan terjadwal.

"Laporan-laporan ini memerlukan perhatian segera, tetapi juga menimbulkan pertanyaan yang lebih luas: apakah Angkatan Laut dapat mempertahankan tempo operasional yang sekarang dituntut dari armada kapal induknya," ungkap dia.

Senator itu juga menuntut penjelasan pemerintah AS yang bermaksud mempertahankan kampanye militer yang berkepanjangan atau peningkatan kehadiran kapal induk di Timur Tengah.

"Pemerintah harus menjelaskan bagaimana mereka bermaksud untuk memastikan bahwa kebutuhan operasional saat ini tidak menciptakan krisis kesiapan di masa mendatang," tulis Blumenthal.

Dia juga memperingatkan bahwa penugasan yang berkepanjangan bisa memperburuk risiko pengoperasian kapal induk.

Selain itu, Blumenthal meminta Angkatan Laut untuk memberi daftar masalah signifikan terkait kelayakan huni dan kualitas hidup yang teridentidikasi di atas kapal induk termasuk masalah berkaitan perlengkapan kebersihan, jamur, toilet, fasilitas laundry, hingga pasokan air.

Dia juga meminta Pentagon menjelaskan tujuan militer di balik penempatan Lincoln yang berkelanjutan terkait dengan Iran dan bagaimana para pejabat menentukan apakah kehadirannya masih diperlukan.

Para pelaut di kapal USS Abraham Lincoln dilaporkan mencoba melompat ke laut selama penugasan berkepanjangan di Timur Tengah. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan keluarga militer dan anggota parlemen tentang kesehatan mental dan kondisi kehidupan awak kapal.

(isa/bac)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |