Jakarta, CNN Indonesia --
Kondisi buruk kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dianggap seperti penjara terapung bagi ribuan awak kapal di sana.
Para awak disebut mengalami stres berat bertugas di atas kapal induk USS Abraham Lincoln selama 263 hari berperang melawan Iran. Terlebih, kondisi fasilitas kapal induk amat buruk termasuk toilet yang rusak dan dindingnya berjamur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking stres, sejumlah awak sampai nekat berupaya melompat ke Laut Arab, lokasi kapal induk USS Abraham Lincoln ditempatkan.
Puncaknya adalah insiden perkelahian di antara para tentara awak USS Abraham Lincoln yang menewaskan sedikitnya tujuh orang.
Para keluarga anggota militer dan Kongres memperingatkan tentang krisis kesehatan mental sekitar 5.000 awal di atas kapal induk USS Abraham Lincoln selama sembilan bulan. Masa penugasan itu merupakan rekor terlama yang dirasakan para pelaut di USS Abraham Lincoln.
Media khusus militer terkemuka Navy Times dan Stars and Stripes melaporkan seperti dikutip dari The Guardian, para awak beberapa kali mencoba melompat dari atas kapal ke laut karena sudah tak tahan terlalu lama bertugas.
Para awak kapal telah menjalani bulan kesembilan di laut dan menghabiskan 263 hari berturut-turut tanpa singgah di daratan, sebuah rekor mencengangkan bagi kapal induk di era modern.
Menurut laporan Stars and Stripes, keluarga yang merasa khawatir meluapkan kegelisahan mereka mengenai orang-orang tercinta yang berada di kapal Lincoln dalam sebuah pertemuan yang penuh emosi bersama para petinggi Angkatan Laut di San Diego pada hari Kamis lalu.
Salah seorang istri dari sekitar 200 anggota keluarga yang hadir mengungkapkan bahwa suaminya mengirim pesan singkat pada hari itu yang menyatakan bahwa "ia berharap tidak bangun lagi keesokan harinya."
Kekhawatiran pihak keluarga disampaikan secara langsung kepada pimpinan Angkatan Laut, yang diwakili dalam pertemuan tersebut oleh Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut, Hung Cao, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Media tersebut melaporkan bahwa seorang wanita dalam pertemuan itu mengatakan kepada Cao bahwa AL telah "merusak kepercayaan antara kami dan pihak pimpinan."
Navy Times membeberkan rincian mengenai upaya bunuh diri yang digagalkan di atas kapal induk tersebut selama masa penugasan saat ini.
Annabelle Loma mengatakan kepada media tersebut bahwa suaminya sempat mencoba melompat ke laut setelah masa tugasnya di laut terus-menerus diperpanjang.
"Dia ketakutan. Dia mengira akan diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya karena dia mengalami kelelahan mental yang parah, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja," ujarnya.
Surat kabar itu juga mengutip istri seorang pelaut lain yang suaminya terlibat dalam insiden terpisah di kapal Lincoln. Sang suami berhasil mencegah rekan sesama awak kapal melompat dengan cara menarik dan membawa mereka kembali ke geladak.
Mike Levin, anggota Kongres dari Partai Demokrat yang mewakili California, telah menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai kondisi di kapal perang tersebut.
Di platform X, ia menggambarkan nasib para awak kapal dengan rincian seperti "kamar mandi berjamur, toilet rusak, fasilitas binatu mati berminggu-minggu, ketiadaan air panas dalam waktu lama, serta jatah makan yang hanya berupa setengah cangkir nasi dan dua lembar tortilla. Tidak ada sabun, deodoran, ataupun pasta gigi."
(bac)

3 hours ago
2

















































