Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Gedung Putih sekaligus juru bicara Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Karoline Leavitt, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Trump yang mengatakan Leavitt akan mundur pada akhir bulan ini.
Perempuan berusia 28 tahun yang menjabat sejak Trump kembali berkuasa pada Januari 2025, kerap mendapat pujian dari Trump karena gigih membela agenda sang presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia juga sering dikritik karena dinilai menyebarluaskan informasi yang keliru dan membatasi kebebasan pers.
Berikut enam momen viral Leavitt selama 20 bulan menjabat sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih, seperti dilansir The Guardian.
Leavitt disebut mengendalikan pemilihan media yang tergabung dalam press pool atau kelompok media khusus yang meliput kegiatan sehari-hari presiden.
Timnya juga memberikan kursi untuk "media baru" di Gedung Putih yang seringkali diisi oleh komentator konservatif yang memiliki hubungan baik dengan Trump.
Asosiasi Koresponden Gedung Putih, sebuah badan independen yang mengelola kelompok tersebut, menolak usulan itu.
Leavitt juga menjadi pihak tergugat dalam hukum yang diajukan Associated Press, lantaran melarang media itu bergabung dalam press pool sebagai tindakan balasan karena menolak menyebut Teluk Meksiko sebagai "Teluk Amerika"
2. Orang kepercayaan Trump paling setia
Selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden, Trump lima kali mengganti sekretaris. Namun Leavitt terbukti menjadi sekutu penting bagi Trump bahkan kerap menuai pujian.
Meski begitu dia bukanlah sekretaris pers dengan masa jabatan terlama bagi Trump. Sarah Huckabee Sanders pernah menjabat selama hampir dua tahun di masa jabatan pertama Trump di Gedung Putih.
3. Ikut 'bela' hubungan Trump dengan Epstein
Di tengah meningkatnya pertanyaan soal hubungan masa lalu Trump dengan predator seks Jeffrey Epstein, muncul sebuah surat elektronik (surel) pada November 2025 di mana Epstein menggambarkan Trump sebagai "anjing yang tidak menggonggong".
Saat ditanya apakah Trump pernah menghabiskan waktu berjam-jam di rumah Epstein bersama seorang korban, Leavitt "pasang badan".
"Surel-surel ini sama sekali tidak membuktikan apa pun selain fakta bahwa Presiden Trump tidak melakukan kesalahan apa pun," ujar Leavitt.
4. Konfrontasi ke wartawan
Ketika Renee Good tewas ditembak oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) pada Januari 2026, Leavitt bereaksi keras terhadap seorang wartawan yang mengajukan pertanyaan.
"Mengapa Renee Good tewas secara tragis dan menyedihkan? Karena agen ICE bertindak gegabah dan membunuhnya tanpa alasan yang dapat dibenarkan," kata wartawan itu.
Leavitt membalas: "Oke, jadi Anda wartawan yang bias dengan pandangan sayap kiri, karena Anda adalah antek sayap kiri. Anda bukan wartawan, meski berlagak seperti jurnalis di ruangan ini."
"Hal itu sangat melas terlihat dari premis pertanyaan Anda. Dan Anda serta orang-orang media yang memiliki bias seperti itu namun berpura-pura menjadi jurnalis, seharusnya tidak pantas duduk di situ," pungkas Leavitt.
5. Masa jabatannya mencatatkan sejarah
Pada usia 27 tahun, Leavitt menjadi sekretaris pers Gedung Putih termuda dalam sejarah.
Saat mengumumkan kehamilannya pada Desember tahun lalu, dia menjadi sekretaris pers pertama yang sedang mengandung.
Leavitt menunda cuti melahirkannya demi menyampaikan tanggapan resmi pertama pemerintah di depan kamera terkait insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner pada bulan April. Ia kembali bekerja pada bulan Juli.
(dna)

7 hours ago
5

















































