Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Xi Jinping menegaskan Amerika Serikat dan China sebagai dua bangsa besar seharusnya saling bekerja sama daripada bersaing dalam menghadapi tantangan geopolitik dunia saat ini.
Dalam pidato pembukaannya saat menyambut Trump di The Great Hall of the People, Beijing, pada Kamis (14/5), Xi menggambarkan situasi global yang penuh gejolak dan mengatakan dunia telah "tiba di persimpangan baru". Ia menekankan apakah AS dan China dapat melampaui apa yang ia sebut sebagai "Thucydides Trap".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini, perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad sedang berlangsung semakin cepat. Situasi internasional diwarnai gejolak dan transformasi, dan dunia telah tiba di persimpangan baru," ujar Xi Jinping.
"Apakah China dan Amerika Serikat dapat melampaui apa yang disebut sebagai 'Thucydides Trap' dan menciptakan paradigma baru bagi hubungan antarnegara besar?" paparnya menambahkan.
Menurut Xi, AS dan China bisa sama-sama memperoleh keuntungan dan kebaikan jika kedua negara memaksimalkan kerja sama dibandingkan mengungkit persaingan antara kedua negara adidaya ini.
Xi juga mempertanyakan apakah AS dan China sanggup mengesampingkan perbedaan serta kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan kedua bangsa besar ini bahkan dunia secara keseluruhan.
"Apakah kita dapat bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan global dan membawa stabilitas yang lebih besar bagi dunia? Ketika kedua pihak bekerja sama, keduanya akan memperoleh keuntungan. Ketika kedua pihak bertarung, keduanya akan menderita," kata Xi.
"Kita seharusnya menjadi mitra, bukan rival, mencapai keberhasilan bersama, berkembang bersama, dan menemukan cara yang tepat bagi negara-negara besar untuk hidup berdampingan di era baru," ucapnya menambahkan.
Dalam kesempatan itu, Xi Jinping juga menantikan diskusi lanjutan terkait isu perdagangan, terutama tarif yang dijatuhkan Trump selama ini.
Trump tiba di Beijing pada Rabu (13/5) malam menggunakan Air Force One untuk menjalani kunjungan selama dua hari. Ia didampingi sejumlah petinggi perusahaan besar AS, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.
Trump disambut secara meriah saat tiba di Great Hall of The People pada Kamis (14/5) siang waktu Beijing. Kedatangan Trump disambut karpet merah dan barisan ratusan pelajar China yang membawa bendera kecil AS dan China sambil meneriakkan ucapan selamat datang.
Kedua presiden juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan sebelum Trump melanjutkan agenda kunjungan ke Temple of Heaven, situs bersejarah peninggalan kekaisaran China.
Pertemuan Trump dan Xi menjadi sorotan karena berlangsung di tengah hubungan Washington dan Beijing yang masih dipenuhi ketegangan, terutama setelah perang dagang kembali memanas dalam beberapa tahun terakhir.
Trump sebelumnya sempat mengunjungi China pada 2017. Namun setelah itu, ia memberlakukan berbagai tarif dan pembatasan terhadap produk asal China.
Ketegangan dagang kembali meningkat usai Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu, sebelum kedua negara menyepakati gencatan sementara tarif pada Oktober 2025.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
9
















































