Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala badan intelijen Mossad Israel, Roman Gofman, memecat dua pejabat senior lembaga tersebut menyusul kegagalan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran.
Menurut laporan media lokal Israel Channel 12 dan Haaretz, salah satu pejabat tersebut sejak Desember menjabat sebagai kepala Direktorat Intelijen Mossad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat lainnya merupakan kepala divisi Iran di badan intelijen tersebut.
Dikutip Al Jazeera, kedua pejabat itu dilaporkan menyusun rencana tertulis untuk menggulingkan kepemimpinan Iran dengan memobilisasi kelompok-kelompok minoritas di negara tersebut agar melakukan pemberontakan.
Keduanya juga dilaporkan menggunakan taktik memicu aksi protes massal untuk menggulingkan pemerintahan Ayatollah di Iran.
Laporan ini muncul kala perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak Februari lalu tak kunjung membuahkan hasil yang diharapkan Washington dan Tel Aviv terutama soal menggulingkan rezim pemerintah di Teheran.
AS dan Iran bahkan sempat menyepakati gencatan senjata, langkah yang tak dikehendaki Israel, meski akhirnya kembali berperang dalam beberapa pekan terakhir.
Terbaru, Presiden AS Donald Trump mengeklaim kesepakatan perundingan dengan Iran bakal terjadi dalam beberapa hari ke depan. Namun, hingga kini, Teheran membantah tengah memulai perundingan lagi dengan Washington.
Keengganan Iran untuk berunding sampai membuat Trump mengultimatum Teheran bahwa AS telah mempersiapkan serangan besar-besaran melebihi Perang Dunia II jika rezim Ayatollah Mojtaba Khamenei tak kunjung mau bernegosiasi.
(rds)

12 hours ago
5
















































