Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah aktivis sayap kiri Israel, "Standing Together", mendemo dan menggeruduk kantor Partai Zionisme Religius sayap kanan di Shoham, sebelah timur Tel Aviv, Rabu (5/8).
Mereka meneriakkan slogan-slogan yang menuduh ketua partai tersebut yang juga Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, mendanai teror pemukim ilegal terhadap warga Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenakan pakaian putih yang berlumuran merah, para demonstran mengangkat tangan yang berlumuran merah dan memajang poster dalam bahasa Ibrani dan Arab.
"Keuangan Smotrich, para pemukim membakar (segala sesuatu), darah ada di tangan pemerintah," demikian pernyataan tersebut seperti dikutip dari Times of Israel.
Menurut para demonstran, sebagai menteri keuangan dalam pemerintahan Benjamin Netanyahu, Smotrich telah memberikan dukungan kuat terhadap permukiman Yahudi, termasuk pos-pos terpencil ilegal, dalam peran sekundernya sebagai menteri di Kementerian Pertahanan. Banyak serangan terhadap warga Palestina berasal dari pos-pos terpencil ilegal tersebut.
Video yang dibagikan oleh Standing Together menunjukkan para demonstran duduk membelakangi pintu kaca kantor, meneriakkan "Darah ada di tangan pemerintah," sementara para pegawai partai merekam mereka dari dalam.
"Menteri Keuangan Smotrich membiayai pos-pos terdepan tempat (para pemukim ekstremis) pergi untuk membakar desa-desa, guna mengusir orang-orang dari rumah mereka. Selama teror para pemukim berlanjut, kita tidak akan memiliki keamanan. Kita tidak akan berhenti berjuang sampai itu berhenti. Hanya perdamaian yang akan membawa keamanan," teriak seorang demonstran.
Dalam sebuah unggahan di X, Standing Together menyatakan bahwa para aktivis datang ke markas besar Zionisme Religius karena partai tersebut mendukung kekerasan terhadap warga Palestina.
"Kami tiba pagi ini di markas besar partai Zionisme Religius, sebuah partai yang mentransfer dana dan mendukung kegiatan pertanian teror di Tepi Barat. Menteri Keuangan Smotrich mentransfer uang warga Israel ke teror pemukim yang membakar desa-desa, merampas dan mengusir orang-orang dari tanah dan rumah mereka, dan membakar masa depan kita," kata kelompok itu.
"Warga Palestina adalah korban dari kebijakan ini, tetapi begitu juga kita, warga Israel. Dengan uang kita, mereka mendanai teror alih-alih mengurus kesejahteraan dan rehabilitasi kita. Kami tidak akan berhenti berjuang sampai mereka membongkar pertanian [pos terdepan] dan menghentikan teror. Sampai tercipta perdamaian Israel-Palestina," tambahnya.
Beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan besar dalam kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Smotrich berupaya keras untuk memperluas pemukiman di Tepi Barat dan menyatakan bahwa membandingkan serangan pemukim dengan teror terhadap warga Israel adalah "salah secara moral." Ia telah dijatuhi sanksi internasional atas meningkatnya kekerasan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Zionisme Religius menuduh "aktivis sayap kiri ekstrem" berupaya "menyerbu secara paksa" ke markas besar partai.
Mereka mengatakan bahwa staf partai "terperangkap di dalam dan diinstruksikan untuk tidak meninggalkan kantor mereka," dan mengklaim bahwa para demonstran akhirnya dibubarkan oleh polisi. Namun, polisi mengatakan bahwa petugas tiba di lokasi kejadian dalam beberapa menit, tetapi para demonstran telah pergi.
"Polisi tidak akan mengizinkan hasutan, kekerasan, atau pelanggaran hukum apa pun yang dilakukan dengan kedok protes," demikian pernyataan polisi.
(imf/bac)

3 hours ago
2
















































