Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump mengatakan Iran sedang mengembangkan rudal yang bisa menyerang wilayah Amerika Serikat (AS).
Dalam pidato kenegaraan di Capitol, Trump mengeklaim Teheran sedang memproduksi rudal yang mampu mencapai daratan AS.
"Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri. Mereka juga sedang berupaya membuat rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat," kata Trump di hadapan parlemen, Selasa (24/2) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump menambahkan Iran saat ini juga sedang berupaya membangun lagi program nuklir mereka pasca situs-situs pengayaan uranium dihancurkan tahun lalu.
AS menyerang fasilitas-fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 untuk membantu Israel memerangi Teheran. Saat itu, Trump menekankan kepada Iran untuk tidak mengembangkan program nuklir lagi, apalagi yang bisa setingkat senjata nuklir.
"Namun, mereka memulainya lagi. Kita telah menghancurkannya dan mereka ingin memulainya kembali. Saat ini, mereka lagi-lagi mengejar ambisi jahat tersebut," kata Trump.
"Kami sedang bernegosiasi dengan mereka. Mereka ingin membuat kesepakatan tapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu: Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," ucap Trump.
AS dan Iran sedang dalam negosiasi nuklir yang akan memasuki putaran ketiga pada Kamis (26/2) di Jenewa, Swiss. AS menuntut Iran menyetop semua program nuklirnya, namun Iran bersikeras nuklir mereka untuk keperluan sipil.
Trump telah mengancam akan menyerang Iran jika tak segera membuat kesepakatan. Iran sementara itu menegaskan siap berperang dan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah, sambil menekankan bahwa negosiasi masih berjalan sebagaimana mestinya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Selasa (24/2) menyatakan kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat dapat segera tercapai dalam waktu dekat "jika diplomasi diprioritaskan".
Dalam pidato di Capitol, Trump menyatakan ia memang masih ingin mengupayakan jalur diplomatik, namun ia tak mengesampingkan konflik militer.
"Satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah membiarkan sponsor teror nomor satu di dunia memiliki senjata nuklir. Itu tidak boleh terjadi," pungkas Trump.
Pada 2025, Badan Intelijen Pertahanan AS menyatakan Iran bisa mengembangkan rudal balistik antarbenua yang layak pada 2035 apabila "Teheran memutuskan menggenjot kemampuan tersebut".
Menurut Layanan Penelitian Kongres AS, Iran saat ini memiliki rudal balistik jarak pendek dan menengah dengan jangkauan maksimal sekitar 3.000 kilometer (1.850 mil).
Daratan utama AS berjarak lebih dari 6.000 mil dari ujung barat Iran.
(blq/dna)

15 hours ago
13

















































