Jakarta, CNN Indonesia --
Perusahaan pelayaran dan logistik Denmark, Maersk, mengaku kapalnya sukses melintasi Selat Hormuz berkat pengawalan dari Amerika Serikat (AS).
Dalam sebuah pernyataan, Maersk menyatakan kapal dengan nama ALLIANCE FAIRFAX berhasil melintasi Selat Hormuz dan keluar dari Teluk Persia dengan selamat pada Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelayaran tersebut selesai tanpa insiden, dan semua anggota kru selamat serta tidak terluka," demikian pernyataan perusahaan, seperti dikutip Anadolu Agency.
Maersk menyebut kapal mereka terjebak di kawasan Teluk sejak perang AS-Israel vs Iran pecah pada 28 Februari lalu. Kapalnya tak bisa ke mana pun karena khawatir terkena serangan.
"Menyusul perkembangan situasi dan koordinasi rencana keamanan komprehensif dengan militer AS, kepemimpinan MLL (Maersk Line, Limited) di darat dan di atas kapal menyetujui pelayaran tersebut," demikian pernyataan Maersk.
Perusahaan menambahkan bahwa kapal mereka meninggalkan Teluk "dengan dikawal aset militer AS".
ALLIANCE FAIRFAX merupakan kapal roll-on/roll-off berbendera AS yang dioperasikan Farrell Lines, anak perusahaan Maersk Line. Kapal ini jadi salah satu dari sekian banyak kapal yang terjebak di Selat Hormuz buntut perang AS-Israel vs Iran.
Pada Minggu (3/5), Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk memandu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz keluar dari sana. Pengawalan itu disebut berlaku mulai Senin (4/5).
Dua kapal perusak Angkatan Laut AS tak lama kemudian dikabarkan telah melintasi Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia usai melewati gempuran Iran.
Tidak ada satu pun kapal AS yang terkena serangan rudal maupun drone Teheran, demikian menurut pejabat yang bicara kepada CBS News.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
5

















































