Trump Ngebet Gulingkan Khamenei: Itu Hal Terbaik yang Bisa Terjadi

16 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump blak-blakan mengutarakan keinginannya untuk melihat perubahan rezim di bawah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei saat ketegangan antara kedua negara meningkat.

"Sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi," kata Trump kepada wartawan usai kunjungan ke Fort Bragg di North Carolina, seperti dikutip Anadolu Agency.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan, selama 47 tahun terakhir, banyak orang kehilangan nyawa di bawah pemerintahan teokratis tersebut.

"Selama 47 tahun, mereka telah bicara, bicara, dan bicara. Kami kehilangan banyak nyawa saat mereka bicara," ucap Trump.

Saat ditanya siapa yang cocok untuk 'mengambil alih' Iran, Trump enggan menjawab.

"Saya tidak ingin membicarakannya. [Tapi tentu saja] ada sejumlah orang," ucapnya.

Trump pada kesempatan itu lantas menyatakan bahwa 'kekuatan luar biasa' akan segera tiba di Timur Tengah. Ia merujuk pada armada kapal induk USS Gerald R. Ford yang telah diperintahkan menuju Timur Tengah.

"Kekuatan tambahan, seperti yang Anda ketahui, serta kapal induk lain, akan segera tiba [di Timur Tengah]. Mari kita lihat apakah kita bisa menyelesaikan masalah ini sekarang," kata Trump.

AS dan Iran bersitegang usai Iran dilanda demo berdarah yang menewaskan ribuan orang. Iran menuding AS menunggangi demo sipil. Demo pada 28 Desember itu mulanya memprotes krisis ekonomi.

Pada 13 Januari, Trump membuat komentar yang menyerukan rakyat Iran terus berdemo dan merebut gedung-gedung pemerintah.

"Para pejuang Iran, TERUSLAH BERDEMO. AMBIL ALIH INSTITUSI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN," tulis Trump di Truth Social.

F/A-18E/F Super Hornets and a U.S. Air Force B-52 Stratofortress fly over the U.S. Navy’s Gerald R. Ford Carrier Strike Group in the Atlantic Ocean November 13, 2025.  U.S. Navy/Seaman Zamirah Connor/Handout via REUTERS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.Ilustrasi. AS telah mengirimkan sejumlah kapal induk ke wilayah Iran. (via REUTERS/US Navy)

Komando Pusat (CENTCOM) AS pada 26 Januari kemudian mengabarkan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, telah tiba di Timur Tengah. Sejak saat itu, AS memperkuat militer di kawasan dan mulai mengepung Iran.

Awalnya, dalih AS mengerahkan armada perang ke Iran untuk membantu para pedemo. Namun, kini AS menggunakan negosiasi nuklir sebagai alasan.

Trump sudah mengancam akan menyerang Iran lebih parah dari sebelumnya jika Teheran tak segera membuat kesepakatan. Negosiasi AS-Iran terkait program nuklir Teheran akhirnya kembali dilanjutkan pada 6 Februari lalu, dan kini akan memasuki putaran kedua.

Iran sudah menyatakan bersedia mengurangi pengayaan uranium jika AS mencabut semua sanksi terhadap mereka. Namun, Iran menolak tuntutan AS yang lain, yakni soal penghentian program rudal balistik dan dukungan Iran ke proksi.

(blq/asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |