Trump Ternyata Rutin Dapat Saran Akhiri Perang Iran, Tapi Dicuekin

7 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ternyata rutin menerima saran dan laporan untuk mengakhiri perang di Iran, tetapi tak ada satupun yang ia terima.

Salah satu sumber yang familiar dengan masalah ini mengatakan kepada NBC News, hampir setiap hari Trump menerima strategi untuk menghentikan perang, bersamaan dengan opsi eskalasi sebagai bagian perencanaan perang standar.

Sumber itu mengatakan para penasihat Trump juga masih terpecah pendapat soal mengakhiri perang di Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian penasihat mendorong "exit strategy" atau rencana untuk mengakhiri keterlibatan militer dan penarikan pasukan dengan alasan dampak ekonomi global, sementara sebagian lainnya justru melihat konflik sebagai peluang untuk secara permanen mengurangi pengaruh Iran di kawasan.

"Jadwal waktu berakhirnya perang bisa berubah setiap hari," kata sumber itu kepada NBC yang dikutip Anadolu Agency, Senin (16/3).

Para pejabat AS mulanya memperkirakan jangka waktu perang berlangsung empat hingga enam pekan. Namun, Trump berulang kali menekankan operasi tersebut "lebih cepat dari jadwal."

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan perang ini "baru permulaan," pernyataan kontras yang mencerminkan ketidakpastian internal soal berapa lama konflik akan berlangsung.

Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari.

Iran lalu membalas serangan ke Israel dan aset militer serta Kedutaan Besar AS di Timur Tengah. Mereka meyakini pangkalan militer itu digunakan untuk menyerang Iran.

Iran juga menutup jalur perdagangan minyak global, Selat Hormuz, yang bikin jengkel Trump.

Hingga kini AS Cs dan Iran masih bertempur. Namun, sejumlah pakar menilai serangkaian tindakan AS ke negara di Timur Tengah ini justru menunjukkan Trump putus asa.

Misalnya saat Trump menggempur Pulau Kharg Iran atau ketika meminta negara lain mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz.

Bagi AS dan Israel, mulanya, perang ini bertujuan untuk mengganti rezim ulama dan menghancurkan program nuklir serta balistik Iran. Rencana pertama gagal, dan rencana selanjutnya sejauh ini hanya klaim dari Trump.

(isa/dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |