Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif bakal tewas diserang India jika ia tak turun tangan saat kedua negara berperang tahun lalu.
Dalam pernyataan di hadapan parlemen AS, Trump berujar banyak orang percaya Sharif bakal meninggal di tangan India apabila ia tak segera menghentikan perang kedua negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga puluh lima juta orang mengatakan Perdana Menteri Pakistan akan meninggal jika bukan karena keterlibatan saya," kata Trump di Capitol, Selasa (24/2) malam.
Trump bicara demikian saat membanggakan upayanya menyetop delapan perang di seluruh dunia hanya dalam 10 bulan pertama dia menjabat.
Menurutnya, perang Pakistan vs India nyaris melibatkan senjata nuklir jika ia tak buru-buru terlibat.
Selain India vs Pakistan, Trump juga menyebut sejumlah perang yang ia bantu setop di bulan-bulan pertamanya menjabat. Konflik tersebut antara lain perang Kamboja-Thailand, perang Kosovo-Serbia, perang Israel-Iran, perang Mesir-Ethiopia, perang Armenia-Azerbaijan, perang Kongo-Rwanda, serta konflik di Jalur Gaza, Palestina.
India dan Pakistan perang empat hari di perbatasan pada 7 Mei 2025. Konflik keduanya meletus pasca serangan kelompok militan di Kashmir pada 22 April 2025 menewaskan 26 orang mayoritas asal India.
Saat itu, muncul kekhawatiran bahwa India dan Pakistan bisa meletuskan perang nuklir mengingat keduanya sama-sama mengembangkan senjata tersebut.
Tak lama kemudian, Trump menawarkan untuk memediasi perdamaian kedua negara. Gencatan senjata India dan Pakistan pun tercapai pada 10 Mei 2025.
Meski begitu, hubungan kedua negara masih terus panas dingin. Pada Agustus 2025, Kepala Staf Angkatan Darat Islamabad Asim Munir menyatakan Islamabad bersedia melancarkan perang nuklir jika terjadi konflik lagi dengan India.
(blq/dna)

16 hours ago
12

















































