Trump Obral 5,5 Juta Ekar Lahan Alaska untuk Pengeboran Minyak dan Gas

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Amerika Serikat (AS) umumkan bakal menggelar lelang hak pengeboran minyak dan gas di Cadangan Minyak Nasional (NPR) Alaska untuk pertama kalinya sejak 2019. Langkah ini menjadi tantangan baru bagi para pelaku industri terkait penguasaan lahan di negara bagian tersebut.

Melansir Reuters, Biro Manajemen Lahan (BLM) dari Departemen Dalam Negeri menawarkan 600 petak lahan yang mencakup area seluas 5,5 juta ekar (2,2 juta hektar) kepada perusahaan-perusahaan migas.

Dokumen penawaran akan dibuka dan dibacakan melalui siaran langsung di situs resmi BLM pada pukul 10 pagi waktu Alaska (19.00 GMT), Rabu (18/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lelang ini merupakan yang pertama dari setidaknya lima lelang yang diamanatkan oleh Undang-Undang One Big Beautiful Bill Presiden Donald Trump, yang ia sahkan tahun lalu.

Pemerintahan Trump berupaya memperluas produksi migas domestik dan menerobos pembatasan pengeboran untuk cadangan Alaska sebagaimana telah diterapkan pada era Presiden AS sebelumnya, Joe Biden.

Di sisi lain, minat industri migas untuk mengambil hak sewa di Alaska tergolong lesu dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini lantaran pengeboran di negara bagian tersebut memiliki risiko tinggi, serta membutuhkan kerja keras selama puluhan tahun, dengan investasi miliaran dolar.

Bahkan, pelaku industri belum menunjukkan minat mereka sama sekali pada lelang hak pengeboran lepas pantai di Cook Inlet, Alaska, awal bulan ini.

Sebagai informasi, NPR-A, sebutan untuk cadangan seluas 23 juta ekar tersebut ditetapkan sebagai wilayah eksplorasi minyak dan gas pada tahun 1970-an untuk mengatasi kelangkaan energi.

Adapun lelang hak sewa NPR-A terakhir dilakukan pada 2019 dan berhasil menghimpun dana hingga US$11,3 juta untuk lahan seluas 1,05 juta ekar.

Pejabat negara bagian Alaska dan beberapa kelompok penduduk asli mendukung pengeboran migas karena kontribusinya terhadap pendapatan pajak dan penciptaan lapangan kerja.

Di sisi lain, para aktivis lingkungan berpendapat bahwa pengembangan migas merusak habitat bagi spesies-spesies seperti beruang kutub dan karibu.

[Gambas:Video CNN]

(ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |