Trump Masih Ulur Waktu, Ogah Buru-buru Deal Damai dengan Iran

17 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tidak mau terburu-buru mencapai kesepakatan apa pun dengan Iran.

Dalam celotehan terbarunya pada Minggu (24/5), Trump menegaskan blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz akan tetap berlaku sepenuhnya, sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip Reuters.

Belum ada tanggapan langsung dari Iran soal ucapan Trump. Namun laporan media Tasnim menyebut AS hingga kini masih menghalangi beberapa bagian dari kesepakatan, termasuk permintaan Iran untuk melepaskan dana yang dibekukan.

Sehari sebelumnya, Trump sempat mengeklaim bahwa kedua negara telah menegosiasikan sebagian besar kesepahaman tentang kesepakatan damai untuk membuka Selat Hormuz.

Namun seorang pejabat senior pemerintah Trump menyebut kesepakatan itu tidak akan ditandatangani pekan ini, gara-gara sistem Iran yang "tidak bergerak cukup cepat".

Menurut pejabat itu, Iran sejauh ini setuju "pada prinsipnya" untuk membuka Selat Hormuz, sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS. Namun negosiasi detail langkah-langkah yang terkait dengan nuklir, membutuhkan lebih banyak waktu.

Selain itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga disebut telah mendukung kerangka umum kesepakatan ini.

Seorang pejabat lainnya mengatakan dalam kerangka kerja yang diusulkan, para negosiator akan diberikan waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir.

Selama beberapa bulan terakhir, peringkat popularitas Trump terpukul oleh dampak perang terhadap sektor energi di AS. Dia juga berulang kali menggembar-gemborkan prospek kesepakatan, untuk mengakhiri konflik yang dimulai AS dan Israel pada 28 Februari.

Para pengamat menyebut kesepakatan apa pun yang memperkuat gencatan senjata saat ini akan membawa kelegaan bagi pasar, tetapi tidak akan langsung meredakan krisis energi global, yang telah mendorong kenaikan biaya bahan bakar, pupuk, dan makanan di banyak negara.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |