Jakarta, CNN Indonesia --
Iran langsung bereaksi menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan membombardir Oman.
Ancaman tersebut disampaikan Trump untuk memperingatkan Oman agar tidak membantu negara tetangganya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran kemudian merespons ancaman Trump tersebut dan menegaskan itu sebagai pernyataan "berbahaya" dan perilaku "bully" atau perundung.
Juru bicara Menteri Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan ancaman tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip dasar hukum internasional. Ia menilai Oman sebagai negara yang telah berperan aktif sebagai mediator negosiasi perdamaian.
"Ancaman untuk 'menghancurkan' negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang selalu memainkan peran konstruktif, efektif, dan bertanggung jawab dalam perdamaian dan keamanan regional, serta telah menggunakan upaya mulianya dalam melayani perdamaian dan stabilitas regional sebagai mediator dalam proses diplomatik selama bertahun-tahun, bukan hanya pelanggaran terhadap prinsip dasar pelarangan ancaman penggunaan kekerasan, tetapi juga tanda berbahaya lain dari normalisasi pelanggaran hukum dan intimidasi dalam hubungan internasional," kata Baghaei, dikutip dari Turkiye Today.
Ia menyatakan solidaritas Iran dengan "negara sahabat dan saudara Oman" dan mengutuk apa yang digambarkannya sebagai "retorika mengancam dari pejabat Amerika terhadap Iran dan beberapa negara regional lainnya."
Baghaei juga mengutuk keras serangan AS di fasilitas militer Pelabuhan Bandar Abbas Iran dan menyebut mereka melakukan "aksi agresif melawan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran.
Serangan itu juga dinilainya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap piagam PBB dan gencatan senjata 8 April. Baghaei kemudian menekankan hak hukum Iran untuk mempertahankan integritas teritorialnya berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.
Trump sebelumnya melontarkan ancaman meledakkan Oman jika bekerja sama dengan Iran terkait penutupan Selat Hormuz.
"Tidak ada yang akan mengendalikannya. Ini perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kami harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja," kata Trump dikutip dari Aljazeera.
Sejauh ini, Oman dikenal sebagai negara yang netral belum menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. AS dan Oman adalah sekutu dekat yang telah terjalin lebih dari 200 tahun.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
8


















































