Jakarta, CNN Indonesia --
Kapal induk terbesar Amerika Serikat USS Gerald R Ford mengalami kerusakan saat Presiden Donald Trump siap menggempur habis-habisan Iran.
Kapal itu dilaporkan mengalami kerusakan kronis dalam sistem pembuangan terutama toilet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut berbagai laporan, sistem pembuangan limbah di USS Gerald Ford mengalami kegagalan berkelanjutan sejak Januari. Kondisi itu disebabkan pipa yang sempit dan penyumbatan, demikian dikutip Wio News, Senin (23/2).
Kerusakan dalam pembuangan limbah tentu berdampak dan menyulitkan awak kapal. Masalah semacam ini juga sempat terjadi ketika kapal berada di perairan Karibia, sebelum menggempur Venezuela.
Saat kapal mulai beroperasi, mereka meminta "perawatan terkait pembuangan limbah setiap hari."
Setidaknya ada 205 kerusakan dalam empat hari ketika itu. Kapal tersebut punya sistem pembuangan limbah berbasis vakum yang diadaptasi dari kapal pesiar untuk menghemat air.
Tim teknik yang bertugas menyelesaikan masalah mengeluh lama jam kerja yang luar biasa. Salah satu laporan menyebutkan kegagalan tersebut melibatkan sistem Pengumpulan, Penampungan, dan Pemindahan Vakum (VCHT) kapal, yang memengaruhi toilet di atas kapal.
Laporan juga mengisyaratkan bahwa masalah muncul karena desain, termasuk pipa yang terlalu kecil dan tekanan penggunaan yang berat. Penyumbatan terutama terjadi karena 'bahan yang tidak tepat' seperti kaos dan kepala pel.
AS meresmikan USS Gerald Ford pada 2017 dengan biaya hingga US$13 miliar dan jadi kapal perang termahal yang pernah dibangun.
Kapal induk tersebut bisa menampung lebih dari 4.500 personel dengan lebih dari 600 toilet.
Saat ini, USS Gerald Ford menuju perairan Timur Tengah untuk bersiap menyerang Iran jika negosiasi nuklir tak mencapai kesepakatan.
Namun, para awak melaporkan kondisi kapal yang tak higienis. Sejumlah media juga menyebut, berdasarkan keterangan personel di kapal, telah terjadi kerusakan berulang dan menghambat aktivitas sehari-hari mereka.
Di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS serta ancaman berkelanjutan Trump, memperbaiki masalah jadi penting karena sangat krusial untuk setiap operasi pasukan Negeri Paman Sam.
Namun, memperbaiki masalah tersebut juga akan memakan ongkos yang tak sedikit. Pembersihan sumbatan akan membutuhkan pembilasan asam khusus yang biayanya bisa mencapai $400.000 setiap pembersihan.
(isa/bac)

10 hours ago
7

















































