Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Iran Masoud Pezeshkian curhat soal gajinya yang kini hanya mencapai US$1.000 atau sekitar Rp16,8 juta per bulan imbas krisis yang terjadi di negara tersebut.
"Sekarang, gaji saya sebagai presiden adalah US$1.000," ujar dia saat mengunjungi korban kerusuhan Iran di provinsi Golestan, Iran, melansir The National.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penurunan pendapatannya menjadi contoh devaluasi mata uang Iran dan penurunan daya beli.
Sebelum ini, nilai gaji Pezeshkian berada di kisaran US$6 ribu atau sekitar Rp101 juta.
Namun di luar itu, banyak warga Iran yang berpenghasilan lebih rendah daripada Pezeshkian. Upah minimum Iran ditetapkan sebesar US$3,76 atau sekitar Rp63 rbu per hari sejak tahun lalu. Sejak saat itu, nilai mata uang terus menurun.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengakui bahwa sebagian warga Iran kecewa dan tidak puas atas kinerja pemerintahan yang dipimpinnya. Ia mengatakan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk mengatasinya.
"Keberadaan masalah dalam masyarakat adalah realitas yang tak terbantahkan, dan kita tidak bisa menutup mata terhadapnya," ujar Pezeshkian.
Krisis ekonomi ini memicu kerusuhan besar-besaran di seantero Iran sejak Desember 2025. Para aktivis mengatakan, sebanyak 7 ribu orang tewas dalam penindakan keras yang dilakukan oleh aparat.
(asr)

13 hours ago
9

















































