Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Jalur Gaza Palestina meminta Komite Nasional untuk Administrasi Gaza segera memasuki wilayah kantong tersebut dan mulai menjalan tugas.
Dalam pernyataan yang dirilis Kantor Media Pemerintah Gaza pada Kamis (12/2), otoritas Gaza mengatakan pihaknya bersedia bekerja sama dengan komite bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tersebut untuk melayani kembali warga Palestina.
Otoritas menyambut komite dan meminta mereka segera bertugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengingat perkembangan politik dan administratif yang sedang berlangsung, dan karena keinginan untuk memastikan berfungsinya pekerjaan kelembagaan secara teratur dan kesinambungan layanan penting, kami menyambut Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dan menekankan pentingnya kehadiran mereka secepatnya untuk mengemban tugas dan tangung jawab nasional," demikian pernyataan kantor pemerintah, seperti dikutip Anadolu Agency.
Pemerintah Gaza menyatakan pihaknya siap sepenuhnya "untuk menyerahkan kekuasaan yang relevan" dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, secara profesional dan sesuai hukum, untuk bekerja sama dengan komite.
"Semua lembaga dan departemen pemerintah di Gaza beserta karyawan di berbagai sektor sepenuhnya siap untuk bekerja sama dengan komite demi melayani kepentingan publik, berkontribusi pada peningkatan layanan, meringankan penderitaan rakyat, serta meningkatkan stabilitas administrasi dan kelembagaan," lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan pemerintah Gaza ini muncul nyaris sebulan setelah Trump membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza pada 16 Januari lalu.
Komite ini dibentuk sebagai bagian dari fase kedua kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas yang berlaku pada 10 Oktober lalu.
Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dikepalai oleh Ali Shaath, seorang teknokrat Palestina.
Ia dibantu oleh 14 anggota yang terdiri dari Abdul Karim Ashour yang bertanggung jawab di bidang pertanian, Jaber Al-Daour untuk bidang pendidikan, Bashir Al-Rais Ali Barhoum di bidang keuangan, Aed Yaghi di bidang kesehatan, Osama Al Saadawi di bidang perumahan, Sami Nasman untuk urusan dalam negeri.
Sejak dibentuk, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza belum mulai beroperasi di dalam Gaza. Mereka bekerja dari ibu kota Mesir, Kairo, sehari setelah dibentuk.
Masuknya anggota komite ke Gaza butuh koordinasi lapangan dan keamanan dengan Israel selaku pemegang kendali perbatasan Gaza. Tidak ada penjelasan resmi dari komite mengenai alasan mereka belum memasuki Gaza.
Agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 72 ribu warga Palestina. Agresi juga melukai lebih dari 171 ribu warga dan menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza butuh sekitar US$70 miliar (sekitar Rp1.178 triliun).
(blq/agt)

12 hours ago
10

















































