Jakarta, CNN Indonesia --
Pakar memprediksi Iran berpotensi lebih diuntungkan jika perang dengan Amerika Serikat dan Israel berlangsung lama dan stok rudal pencegat kedua negara mulai menipis.
Pernyataan itu disampaikan analis politik sekaligus pembawa acara Jedaal TV Ali Alizadeh yang menilai Teheran memiliki sumber daya dan strategi perang berbiaya rendah yang dapat memberi keunggulan dalam konflik berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda harus memahami strategi pertahanan Iran dibangun dengan memproduksi sendiri rudal dan kemampuan militer yang lebih murah dibandingkan sistem pertahanan udara Barat, termasuk rudal dan drone berbiaya rendah," ujar Alizadeh, dikutip Al Jazeera.
"Jika perang berlangsung lebih lama, saya pikir situasi itu justru akan menguntungkan Iran," tambahnya.
Alizadeh mengatakan Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperkirakan perang hanya berlangsung empat hingga lima pekan.
Namun, pengalaman konflik 12 hari antara Israel, AS, dan Iran pada Juni lalu menunjukkan dampak perang dapat dengan cepat membebani Israel.
Menurutnya, semakin lama konflik berlangsung, tekanan terhadap masyarakat Israel akan semakin besar.
"Lalu kita harus melihat apakah Israel dan AS, ketika mulai kehabisan rudal pertahanan udara dan sistem perlindungan bagi warga Israel maupun pangkalan AS, bersedia menanggung konsekuensi dari kondisi itu," ujarnya.
Alizadeh juga menilai Trump ikut terseret ke dalam perang oleh Israel dan belum sepenuhnya memahami kuatnya ketahanan pemerintah Iran.
"Negara itu sangat tangguh, adaptif, dan fleksibel. Jadi, menurut saya ini adalah perang bersama yang dipaksakan kepada Trump, dan kini Trump mulai menyadari bagaimana ia telah menempatkan dirinya dalam posisi sulit," ujarnya.
(rnp/bac)

16 hours ago
8















































