Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Iran membantah keras telah meluncurkan serangan udara terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari terakhir.
Komando Pusat Khatam Al Anbiya menyatakan angkatan bersenjata Teheran tidak pernah menembakkan rudal maupun drone ke negara tetangganya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak meluncurkan operasi rudal atau drone apa pun terhadap Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir," demikian pernyataan Khatam Al Anbiya, Selasa (5/5).
"Jika kami melakukannya, kami akan mengumumkannya dengan tegas dan jelas," tambah militer Iran, seperti dikutip AFP.
Pada Selasa, UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat rudal dan drone yang datang dari Iran untuk hari kedua berturut-turut.
Pada Senin, Kementerian Pertahanan UEA menyebut sejumlah rudal dan drone Iran menerjang wilayah UEA hingga melukai tiga warga negara India. Salah satu serangan itu terjadi di instalasi energi di Fujairah.
UEA menegaskan serangan-serangan ini merupakan "eskalasi berbahaya" di tengah gencatan senjata Amerika Serikat-Iran.
Pasca serangan di Fujairah, seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa pihaknya tidak pernah memiliki rencana untuk menyerang fasilitas minyak tersebut.
Iran telah menargetkan UEA lebih dari negara-negara tetangganya yang lain selama perang melawan AS-Israel. Serangan itu menghantam aset militer AS serta infrastruktur energi dan sipil.
Militer Iran pada Selasa memperingatkan UEA bahwa sebagai pemilik tanah Islam, negara itu tak boleh menjadi tempat berlindung bagi Amerika, Zionis, pasukan keduanya, serta peralatan militer mereka.
Militer menegaskan serangan apa pun yang diluncurkan dari UEA akan ditanggapi dengan respons tegas.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2

















































