Netanyahu Gertak Balik usai 'Ditendang' Trump, Lanjut Lawan Ancaman

16 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel bebas menyerang negara musuh, termasuk Iran dan Lebanon. Hal ini disampaikan Netanyahu dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Netanyahu melakukan panggilan telepon dengan Trump pada Minggu (24/5) di tengah upaya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.

"Dalam percakapan tadi malam dengan Presiden Trump, Perdana Menteri menekankan bahwa Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman di semua arena, termasuk Lebanon, dan Presiden Trump menegaskan kembali dan mendukung prinsip ini," kata sumber politik Israel, dikutip Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber itu juga menyebut Trump telah membeberkan informasi terkini soal negosiasi Iran ke Israel. Dia kemudian menyebut Trump akan tetap teguh dalam negosiasi tuntutan untuk membongkar program nuklir Iran dan memindahkan semua uranium yang diperkaya dari wilayahnya.

"Dan bahwa dia tidak akan menandatangani perjanjian akhir tanpa terpenuhinya syarat-syarat ini," kata sumber tersebut.

Sebelumnya, Netanyahu dikabarkan 'ditendang' Trump dari pembicaraan damai dengan Iran.

Sejumlah pejabat pertahanan Israel mengatakan sikap Trump kepada Netanyahu itu berubah dari sebelumnya rekan diskusi menjadi hanya "seorang penumpang" setelah serangan gabungan AS-Israel gagal menghancurkan Republik Islam Iran.

Menurut para pejabat, Trump dan pemerintahannya keki setelah prediksiNetanyahu akan kemenangan atas Iran gagal total. Karenanya, Trump nyaris sepenuhnya mengeluarkanNetanyahu dari

pembicaraan gencatan senjata dengan Iran.

Menurut para pejabat, karena kondisi ini, Israel pun terpaksa mengumpulkan informasi mengenai komunikasi AS-Iran melalui koneksi mereka dengan para pemimpin dan diplomat Timur Tengah, serta melalui pengawasan mereka sendiri dari dalam rezim Iran.

Para pejabat menuturkan pemerintahan Trump tampaknya tidak akan bersikeras memasukkan masalah rudal balistik Teheran ke dalam kesepakatan karena telah mengecualikan Israel dari negosiasi. Dalam hal ini, kesepakatan apa pun yang dibuat tampaknya tidak akan lebih baik dari perjanjian tahun 2015, yang dikritik keras Netanyahu karena tidak membahas rudal Iran.

Israel juga menduga bahwa AS bisa saja setuju untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran, yang sejak awal menjadi syarat Teheran. Hal ini berpotensi membuat Iran mendapatkan kembali pundi-pundi uang mereka dan akhirnya mempersenjatai diri lagi untuk melawan Tel Aviv.

Situasi ini merupakan kemunduran jelas bagi Netanyahu yang pada awal perang menyombongkan hubungan karibnya dengan Trump.

Di kesempatan terpisah, Trump mengatakan AS dan Iran "sebagian besar menegosiasikan" nota kesepahaman tentang kesepakatan perdamaian untuk membuka kembali Selat Hormuz.

AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pads 28 Februari. Teheran langsung membalas di hari itu juga dengan menyerang aset militer AS di negara Teluk dan Israel. 

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |