Jakarta, CNN Indonesia --
Aliansi militer pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO) kembali menangkal rudal kedua Iran di wilayah udara Turki pada hari ini, Senin (9/3).
Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi NATO mencegat rudal di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rudal balistik diluncurkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turki yang dinetralisir aset pertahanan udara dan rudal NATO di Mediterania," demikian pernyataan Kemhan Turki, dikutip AFP.
Puing-puing rudal tersebut, lanjut mereka, jatuh di area Gaziantep, sekitar 200 km dari timur Adana. Kemhan Turki menyebut tak ada laporan korban luka akibat rudal tersebut.
Sementara itu, kepala komunikasi kepresidenan Burhanettin Dureen mengatakan Turki tak akan ragu melindungi wilayah udara dan keamanan mereka.
"Kami sekali lagi menegaskan kembali peringatan kami kepada semua pihak, khususnya Iran, untuk menahan diri dari tindakan yang bisa membahayakan keamanan regional dan membahayakan warga sipil," kata Dureen.
Sebelum rilis Kemhan muncul, Kedutaan Besar AS di Turki menutup kantor diplomatik mereka di Adana dan menyarankan staf untuk meninggalkan area tersebut.
Kementerian Luar Negeri AS juga mendesak semua warga untuk meninggalkan wilayah tenggara Turki, menyusul serangan balasan Iran ke aset militer Negeri Paman Sam.
"Pada 9 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri memerintahkan pegawai pemerintah AS yang bukan dalam keadaan darurat dan anggota keluarga pemerintah AS untuk meninggalkan Konsulat Jenderan Adana karena risiko keselamatan," demikian rilis Kedubes AS.
Iran meluncurkan serangan balasan ke aset AS di Timur Tengah termasuk di Turki, usai pasukan Negeri Paman dan Israel membombardir negara tersebut. Serangan AS-Israel juga menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya.
Selama beberapa dekade, pasukan AS menggunakan pangkalan udara Incirlik yang juga jadi fasilitas NATO.
Serangan balasan Iran yang melewati wilayah udara Turki bukan kali pertama. Pada 4 Maret, pasukan NATO juga mencegat rudal yang menuju wilayah udara negara tersebut.
(isa/dna)

5 hours ago
5















































