Meksiko Kerahkan 10 Ribu Tentara usai Rusuh Kematian Bos Narkoba

12 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Meksiko mengerahkan sebanyak 10.000 tentara usai operasi militer yang menewaskan bos kartel Nemesio "El Mencho" Oseguera.

Kematian pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) itu memicu aksi balasan dari anggota kartel. Mereka memblokir jalan di 20 negara bagian serta membakar kendaraan dan tempat usaha.

Dalam operasi penangkapan dan bentrokan susulan, sedikitnya 27 aparat keamanan, 46 pelaku kriminal, serta satu warga sipil tewas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerusuhan juga terjadi di sebuah penjara di Jalisco yang menyebabkan sedikitnya 23 narapidana melarikan diri setelah fasilitas itu diserang kelompok bersenjata.

Pemerintah kemudian mengirim tambahan sebanyak 2.500 tentara ke Jalisco, salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA tahun ini, sehingga total pasukan mencapai sebanyak 10.000 orang.

Di Guadalajara, ibu kota Jalisco, sekolah diliburkan dan sebagian besar transportasi umum dihentikan. Antrean panjang terlihat di sejumlah toko kecil yang masih buka, terutama toko tortilla, saat warga berupaya menimbun persediaan.

"Hampir semuanya tutup," kata seorang warga Guadalajara, Juan Soler, kepada AFP.

"Saya tidak bisa tidur. Sekarang saya sedikit lebih tenang, tetapi masih merasa takut," ujar Maria de Jesus Gonzalez.

Blokade juga dilaporkan terjadi di Aguililla, kampung halaman "El Mencho" di negara bagian Michoacan. Foto yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam membubung di atas desa pegunungan itu.

El Mencho (59) terluka dalam baku tembak dengan tentara di Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada Minggu dan tewas saat diterbangkan ke Meksiko City.

Ia dikenal sebagai salah satu gembong narkoba paling brutal di Meksiko dan pendiri CJNG yang berdiri pada 2009. Para analisis memperingatkan kematiannya dapat memicu perebutan kekuasaan internal dalam kartel itu.

Informasi tambahan El Mencho dari Amerika Serikat

Pemerintah Meksiko mengakui operasi penangkapan El Mencho dibantu informasi tambahan dari pemerintah Amerika Serikat.

Gedung Putih mengonfirmasi dukungan intelijen, namun Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan tidak ada pasukan AS yang terlibat langsung.

Menurut Menteri Pertahanan AS Ricardo Trevilla, aparat melacak keberadaan Oseguera melalui salah satu kekasihnya.

Dua pelaku anggota kartel ditangkap dan sejumlah senjata berat disita dalam operasi itu, sementara tangan kanan Oseguera, Hugo H., alias "El Tuli" tewas.

AS telah menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris dan menuduhnya menyelundupkan narkotika ke wilayahnya.

Operasi ini dilakukan di tengah tekanan Presiden AS Donald Trump agar Meksiko menghentikan arus narkoba atau menghadapi tarif perdagangan tinggi.

(rnp/dna/bac)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |