Kemlu Belum Rencana Evakuasi WNI dari Lebanon, Mayoritas Personel TNI

8 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri menyatakan pemerintah belum merencanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon menyusul serangan Israel ke milisi Hizbullah di negara tersebut.

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan mayoritas WNI di Lebanon adalah personel TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah PBB (UNIFIL).

"Di Lebanon kita ada 939 WNI tapi sebagian besar merupakan personel TNI [untuk] UNIFIL. Dan sampai saat ini belum ada rencana untuk evakuasi," kata Heni saat konferensi pers di Gedung Palapa, Kemlu, Jumat (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Heni menjelaskan, perwakilan Indonesia di Lebanon terus memantau kondisi di lapangan, terus mengupdate rencana kontingensi, dan opsi evakuasi apabila memang itu diperlukan.

"Tapi, saat ini belum ada rencana evakuasi," ujar dia.

Lebanon turut membara usai digempur habis-habisan Israel di tengah perang mereka dengan Iran.

Milisi di Lebanon, Hizbullah, mengakui ikut membalas Israel usai Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam gempuran pasukan Zionis dan AS pekan lalu.

Israel sementara itu, dengan cepat merespons serangan udara di Beirut selatan, dan menargetkan beberapa desa di Lebanon selatan, serta Lembah Bekaa. Dalam operasi tersebut, Israel mengerahkan jet-jet untuk membombardir Beirut.

Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan per Kamis, korban tewas imbas konflik Israel-Hizbullah mencapai 102 orang, dan 638 lainnya mengalami luka-luka.

Eskalasi baru ini bisa memicu krisis ekonomi yang mendalam di Lebanon, yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Hizbullah dan Israel sepakat gencatan senjata pada November 2024. Namun, berulang kali melanggar perjanjian dan melakukan serangan di seluruh Lebanon hampir setiap hari.

(isa/dna)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |