Jakarta, CNN Indonesia --
Israel masih menutup Masjid Al Aqsa bagi para jemaah selama tiga hari berturut-turut dengan alasan keamanan di kawasan yang dinilai masih tidak stabil.
Penutupan ini dilakukan otoritas Israel sebagai keadaan darurat menyusul dimulainya perang dengan Iran pada Sabtu (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber di Yerusalem menyebut pasukan Israel meningkatkan pengamanan di sekitar kompleks masjid dan pintu masuk Kota Tua dengan mengerahkan banyak polisi dan unit khusus di perbatasan.
Dilansir Middle East Monitor, warga Palestina tidak diizinkan masuk untuk menjalankan ibadah salat, sementara akses menuju kompleks dibatasi secara ketat.
Sejumlah saksi mengatakan beberapa jemaah yang mencoba mencapai gerbang masjid diminta kembali, dan sebagian wilayah Kota Tua berubah menjadi area militer tertutup.
Mantan mufti besar Yerusalem sekaligus salah satu imam senior Al Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri, mengutuk keputusan yang tidak beralasan itu.
Ia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa langkah itu menandakan kontrol polisi dengan dalih keamanan.
"Hal itu bertentangan dengan kebebasan beribadah dan menunjukkan otoritas pendudukan sedang menegaskan kendali atas masjid dan mencabut wewenang Wakaf Islam untuk mengelolanya," ujarnya, dikutip Middle East Eye.
Pengamat juga memperingatkan perubahan terhadap status quo yang telah lama berlaku di Masjid Al Aqsa dapat memicu dampak keagamaan dan politik yang luas.
Warga Palestina menilai langkah itu merupakan bagian dari strategi Israel untuk memanfaatkan ketegangan keamanan guna memperketat pembatasan dan memperkuat kendali atas Masjid Al Aqsa.
Penutupan selama Ramadan ini belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, karena Masjid Al Aqsa jarang ditutup untuk para jamaah.
Pasukan Israel sempat menutup lokasi itu pada 2014 dan sekali lagi pada 2017 di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem.
Pada 2014, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggambarkan langkah itu sebagai "deklarasi perang".
Masjid itu juga ditutup selama pandemi Covid-19 dengan alasan kesehatan masyarakat. Selain periode itu, tidak ada penutupan berkepanjangan yang tercatat sejak pendudukan Israel atas Yerusalem Timur pada 1967.
Namun, Israel juga menutup situs itu selama perang 12 hari dengan Iran pada bulan Juni lalu, yang oleh banyak warga Palestina dianggap belum pernah terjadi sebelumnya saat itu.
(rnp/bac)

12 hours ago
8















































