Imam Utah Islamic Center AS Jadi Target Penembakan, Pelaku Masih Buron

18 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian tengah menyelidiki aksi penembakan yang diduga menargetkan seorang imam Utah Islamic Center di West Jordan, Amerika Serikat, dan telah meningkatkan pengamanan di sekitar masjid tersebut.

Insiden terjadi pada Senin (23/2) sekitar pukul 19.30 di dekat persimpangan 700 West dan 9000 South di Sandy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian bermula saat seorang penghuni mobil menembaki kendaraan lain yang dikemudikan oleh Shuaib Din yang merupakan imam Utah Islamic Center.

Sersan Polisi Sandy Michael Olsen menuturkan mobil Din terkena tembakan tujuh hingga delapan kali. Untungnya, Din selamat dan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

Olsen tidak menyebut nama Din secara langsung, meski mengonfirmasi bahwa korban adalah anggota komunitas Islam.

Namun, Utah Islamic Center memaparkan Din menjadi target penembakan dalam unggahan Facebook pada Senin malam.

"Pada malam ini sekitar pukul 19.30, seorang individu mengikuti Imam Shuaib dari rumahnya dan melepaskan beberapa tembakan ke arahnya. Atas rahmat dan perlindungan Allah (SWT), beliau tidak mengalami cedera," demikian pernyataan tersebut seperti dikutip media lokal KSL.

Olsen menuturkan kini belum ada tersangka yang ditangkap dan pelaku masih buron. Namun, penyelidik tengah mendalami kemungkinan bahwa insiden ini merupakan kejahatan bermotif ujaran kebencian.

Polisi juga telah meminta bantuan Federal Bureau of Investigation (FBI).

"Kami menindaklanjuti semua petunjuk yang tersedia dan menyelidiki seluruh kemungkinan motif, termasuk kemungkinan kejahatan kebencian. Namun, saat ini kami belum memiliki informasi pasti mengenai motifnya," ujar Olsen.

Polisi Sandy kemudian merilis foto sebuah mobil berwarna abu-abu atau perak yang terlihat di lokasi kejadian dan meminta siapa pun yang melihat kendaraan tersebut untuk menghubungi pihak berwenang.

Utah Islamic Center menyatakan bahwa langkah-langkah keamanan tambahan akan diterapkan. Pejabat Kepolisian West Jordan juga mengatakan patroli di sekitar masjid akan ditingkatkan.

Terlebih, penembakan ini terjadi di tengah bulan Ramadan, saat umat Muslim semakin sering mendatangi masjid tersebut.

"Penegak hukum sedang melakukan penyelidikan menyeluruh. Kami meminta komunitas untuk berdoa dan menghindari spekulasi. Semoga Allah (SWT) melindungi imam dan komunitas kami," demikian pernyataan pusat Islam tersebut.

Council on American-Islamic Relations (CAIR) bahkan menawarkan sayembara sebesar US$5.000 bagi siapa saja yang memiliki informasi yang mengarah pada penangkapan dan vonis terhadap pelaku.

Dalam pernyataan pada Selasa, organisasi yang berbasis di Washington D.C. itu juga mendesak polisi untuk memperkuat perlindungan bagi komunitas Muslim serta meminta para pemimpin lokal menyuarakan komitmen terhadap kebebasan beragama.

"Setiap tindakan kekerasan yang menargetkan pemimpin agama atau komunitas keimanan sangat mengkhawatirkan," kata CAIR. "Kami berharap tawaran hadiah ini dapat membantu penangkapan dan penghukuman pelaku, sehingga komunitas dapat merasa yakin bahwa serangan serupa tidak akan terulang."

Wali Kota Sandy MonicaZoltanski menyatakan kota tersebut sangat prihatin atas penembakan itu, namun bersyukurShuaib tidak terluka.

[Gambas:Video CNN]

"Meskipun motifnya masih diselidiki, kita tidak bisa mengabaikan bahwa peristiwa ini terjadi pada bulan suci Ramadan-waktu untuk doa, refleksi, dan kedamaian bagi umat Islam di seluruh dunia. Hal ini membuat kejadian ini semakin meresahkan bagi komunitas kami," ujarnya.

United Jewish Federation of Utah juga menyatakan "sangat terkejut" atas insiden tersebut. Federasi itu menegaskan bahwa tidak ada pemimpin agama, maupun individu mana pun, yang seharusnya takut mengalami kekerasan karena identitas mereka atau tempat mereka beribadah.

"Penegak hukum menyatakan sedang menyelidiki semua kemungkinan motif, termasuk kemungkinan kejahatan kebencian. Apa pun motifnya, kekerasan terhadap pemimpin agama dan rumah ibadah mengancam keselamatan serta martabat seluruh warga Utah. Kami berdiri dalam solidaritas penuh dengan Imam Shuaib, keluarganya, dan komunitas Muslim di seluruh negara bagian ini," demikian pernyataan federasi tersebut.

Sementara itu, Utah Democratic Party dalam unggahan di platform X menyebut insiden ini sebagai "serangan langsung" terhadap keselamatan, kebebasan, dan nilai-nilai setiap warga Utah.

"Perlu ditegaskan: Islamofobia tidak memiliki tempat di komunitas kita. Siapa pun yang menyerang rumah ibadah harus dimintai pertanggungjawaban penuh sesuai hukum," demikian pernyataan Partai Demokrat Utah.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |