Jakarta, CNN Indonesia --
Kuba menerima kiriman bantuan beras sebanyak 15.000 ton dari China akhir pekan lalu, di tengah krisis pangan dan embargo berkepanjangan dari Amerika Serikat.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyampaikan rasa terima kasih itu dalam unggahan di X pada Minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menerima dengan penuh rasa syukur yang mendalam atas 15.000 ton beras yang dikirim rakyat, partai, pemerintah China," kata Diaz Canel.
Dia mengatakan ribuan ton beras itu tiba di Pelabuhan Havana pada Sabtu. Pengiriman tersebut, kata dia, merupakan tahap pertama dari 60.000 ton bantuan beras yang dijanjikan China.
"Gestur solidaritas yang mulia ini akan menjangkau jutaan konsumen di seluruh provinsi dan kotamadya khusus Isla de la Juventud, di samping lembaga kesehatan dan pendidikan kita," ujar Diaz-Canel.
Dia lalu berujar, "Ikatan persahabatan dan kerja sama yang erat yang membuat kami semakin kuat di saat-saat krusial seperti ini."
Sementara itu, Duta Besar China untuk Kuba Hua Xin mengatakan 60.000 ton beras itu merupakan "bantuan pangan terbesar" dari negaranya dalam beberapa tahun terakhir.
Kuba berada di bawah embargo perdagangan Amerika Serikat sejak tahun 1962. Pemerintah memandang embargo ini lah memicu kekurangan makanan dan obat-obatan dalam negeri.
Kondisi di Negara Karibia ini kian mengkhawatirkan usai pemerintahan Donald Trump menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu dan mengarahkan kebijakan energi.
AS mengancam sanksi bagi siapa saja yang menjual minyak ke Kuba. Sebelumnya, negara ini menerima banyak minyak dari Venezuela.
Blokade energi telah memperburuk pemadaman listrik yang sudah lama melanda Kuba.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
10

















































