Jakarta, CNN Indonesia --
Rudal-rudal Iran berharga murah mampu melawan gempuran rudal dari Israel dan Amerika Serikat yang harganya jauh lebih mahal.
Terbaru Iran akan memakai semua stok rudalnya yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan gempuran masif ke Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengatakan sempat meluncurkan sejumlah rudal balistik 'kelas berat' berjenis hipersonik dengan daya ledak tinggi ke target-target di Israel. Rudal-rudal tersebur antara lain Ghadr, Emad, dan Fattah, bahkan termasuk rudal Kheibar dalam serangan ke-34 "Operation True Promise 4," dikutip dari Irib News.
Rudal-rudal tersebut lolos dari cegatan rudal sistem pertahanan udara Iron Dome hongga THAAD milik AS hingga menghujam Israel.
Dimana Iran melakukan eksperimen teknologi milternya?
Dikutip dari laman The Nuclear Threat Initiative (nti.org), Iran melakukan penelitian dan eksperimen militernya di Komplek Militer Parchin, yang jaraknya hanya 30 kilometer dari ibu kota Teheran.
Kompleks militer ini diduga menghasilkan senjata dengan teknologi pengayaan laser dan pengujian bahan peledak tinggi. Kompleks tersebut "didedikasikan untuk penelitian, pengembangan, dan produksi amunisi, roket, dan bahan peledak tinggi."
Namun masih ada ketidakpastian mengenai sejauh mana aktivitas pengembangan dan produksi terkait rudal di Parchin, para ahli seperti Yonah Alexander menduga kompleks tersebut terlibat dalam pengembangan dan produksi bahan bakar cair dan rudal balistik.
Salah satu struktur di kompleks tersebut dilaporkan memiliki landasan peluncuran yang dirancang untuk menguji motor roket kecil. Selain itu, jalur perakitan rudal Fajr-3 yang menggunakan teknologi pembuatan rudal Korea Utara diduga ada di lokasi tersebut.
Pada serangan Israel Juni tahun lalu, komplek ini terkena dampak serangan. Namun seperti dilaporkan Jerussalem Post, fasilitas ini dilaporkan diserang sebagai bagian dari operasi serangan udara Israel yang menargetkan infrastruktur nuklir dan rudal Iran.
Meskipun fasilitas ini dilaporkan diserang, kerusakan pastinya belum dapat dipastikan melalui analisis citra satelit saat ini. Oleh karena itu, status operasional fasilitas ini belum diketahui secara pasti.
Namun citra satelit menunjukkan bahwa Iran baru-baru ini membangun perisai beton di atas fasilitas baru di lokasi militer yang sensitif dan menutupinya dengan anah, kata para ahli.
Gambar-gambar tersebut juga menunjukkan bahwa Iran telah mengubur pintu masuk terowongan di lokasi nuklir yang dibom oleh AS selama perang 12 hari Israel dengan Iran tahun lalu, memperkuat pintu masuk terowongan di dekat lokasi lain, dan telah memperbaiki pangkalan rudal yang terkena dampak konflik tersebut.
(imf/bac)

5 hours ago
6
















































