AS-Iran Makin Tegang, RI Siapkan Opsi Evakuasi WNI dari Iran

9 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengungkapkan situasi warga negara Indonesia (WNI) di Iran saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan ancaman untuk menggempur habis-habisan negara tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Sederet negara Eropa dan India sudah meminta warganya angkat kaki dari negara Timur Tengah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyampaikan kondisi tersebut dalam pernyataan tertulis, Senin (23/2). Kemlu bekerja sama dan berkoordinasi erat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran untuk memantau situasi belakangan ini.

"Terkait keberadaan WNI di Iran, KBRI Teheran senantiasa memantau dan menjalin komunikasi aktif dengan para WNI, " kata Heni.

Dia lalu berujar, "Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan."

Lebih lanjut, Heni mengatakan Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Teheran terus memantau secara seksama perkembangan situasi keamanan di Iran.

Sampai saat ini, kata dia, situasi di Teheran dan kota-kota lainnya terpantau berjalan normal serta kondusif. Status Siaga 1 untuk Iran yang ditetapkan sejak Juni 2025 juga lalu masih berlaku.

Selain itu, Heni menerangkan KBRI Teheran sudah beberapa kali menyampaikan imbauan ke WNI di Iran untuk mempertimbangkan pergi dari negara tersebut secara mandiri jika kondisi keamanan di wilayah mereka tak kondusif.

Namun demikian, pemerintah Indonesia tetap menyiapkan rencana kontingensi.

"Semua plan contingency tetap disiap siagakan termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan," ujar Heni.

Dia lalu mengimbau seluruh WNI di Iran untuk terus meningkatkan waspada, memantau perkembangan situasi terkini, dan menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran.

Pernyataan Heni muncul setelah sejumlah negara seperti Swedia, Serbia. dan India, meminta warganya untuk meninggalkan Iran.

Pekan lalu, Kedutaan besar India di Teheran meminta semua warganya termasuk pelajar dan turis untuk segera meninggalkan Iran dengan penerbangan komersia yang tersedia karena eskalasi keamanan.

Imbauan dari beberapa negara itu disampaikan saat Amerika Serikat mengancam bakal menyerang Iran. Terbaru, beberapa sumber menyebut Presiden Donald Trump berencana menggempur negara Timur Tengah tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Serangan itu dilakukan untuk menggertak Iran agar mencapai kesepakatan negosiasi nuklir. Jika ancaman tak dihiraukan, Trump berencana melakukan serangan lebih besar sekaligus menggulingkan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

AS dan Iran sedang terlibat putaran negosiasi. Trump ingin Iran membatasi program nuklir dan rudal balistiknya. Namun, Iran menyatakan tak mau mengambil kesepakatan jika dilakukan di bawah ancaman.

Iran juga berulang kali menyatakan siap perang jika musuh terus memprovokasi.

(isa/dna)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |