Jakarta, CNN Indonesia --
Majelis Ahli Iran menunjuk putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menggantikan sang ayah sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut pada Senin (9/3).
Penunjukan ini berlangsung sepekan lebih setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berhasil mengeliminasi Ali Khamenei, serangan AS-Israel disebut tak banyak menguntungkan Negeri Paman Sam dan Tel Aviv, malah sebaliknya.
Alex Vatanka, peneliti senior di Middle East Institute,bahkan menilai penunjukan Mojtaba merupakan penghinaan besar bagi AS dan Israel.
Sebab, kedua negara sudah susah payah membunuh Khamenei dan membakar triliunan rupiah selama 10 hari terakhir demi membunuh Khamenei dan para petinggi Iran dengan harapan memicu perubahan rezim di Republik Islam Iran. Namun nyatanya tidak demikian.
Iran malah tetap berdiri kukuh hingga berani mengumumkan pengganti Khamenei yang merupakan putra keduanya sendiri dan notabene sama-sama ulama garis keras.
"Merupakan penghinaan besar bagi Amerika Serikat untuk melakukan operasi sebesar ini, mengambil risiko sebesar itu, dan akhirnya menewaskan seorang pria berusia 86 tahun, hanya untuk kemudian digantikan oleh putranya yang juga berhaluan keras," kata Vatanka, seperti dikutip Reuters.
Pada 28 Februari lalu, AS-Israel melancarkan serangan ke Teheran hingga menewaskan Khamenei. Serangan itu memantik balasan dari Iran hingga perang besar meletus di Timur Tengah.
AS menggunakan dua kapal induk dalam operasi militernya ke Iran. Bahkan, AS berencana mengirim kapal induk ketiga untuk memperkuat pertahanannya.
Penggunaan kapal induk, serta aset-aset militer lainnya, tentu bukan hal murah bagi AS. Apalagi, aset-aset itu dipakai cuma untuk mencegat drone Iran yang harganya tak seberapa.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga sebelumnya sempat mengejek Mojtaba Khamenei sebagai sosok yang "enteng" dan memamerkan ia seharusnya memiliki peran dalam penunjukan pemimpin baru Iran.
"Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," katanya kepada ABC News sebelum pengumuman itu dibuat.
Militer Israel juga memperingatkan setiap penerus Khamenei bahwa Tel Aviv "tidak akan ragu untuk menargetkan Anda".
AS rugi bandar, baca di halaman berikutnya >>>

4 hours ago
3














































