Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat menjatuhkan dakwaan pidana terhadap eks Presiden Kuba, Raul Castro, yang saat ini berusia 94 tahun.
Departemen Kehakiman AS menjatuhkan dakwaan atas Raul Castro terkait dengan insiden tahun 1996, di mana militer Kuba diduga menembak jatuh dua pesawat sipil tak bersenjata yang dioperasikan oleh Brothers to the Rescue.
Dakwaan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan AS terhadap Kuba, untuk mengubah sistem pemerintahannya setelah 67 tahun pemerintahan revolusioner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas apa alasan AS baru menjatuhkan dakwaan atas Raul Castro?
Raul Castro merupakan adik laki-laki dari pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro. Dia bergabung dengan gerakan yang diinisiasi Fidel, untuk menggulingkan sekutu otoriter AS Fulgencio Batista mulai 1952.
Pada 1953, Raul berpartisipasi dalam penyerangan Barack Moncada, dan menjadi anggota pendiri gerakan gerilya M-26-7, organisasi terkemuka dalam revolusi Kuba.
Pada 1958 dia naik pangkat menjadi komandan Front Timur Kedua. Raul kemudian menarik perhatian Washington, saat dia menculik 50 Marinir AS untuk mencegah pengeboman udara terhadap pasukannya dan penduduk desa setempat.
Dilansir The Conversation, insiden ini kemudian menjadi momen, karena Raul tak hanya menjadi lebih dari sekadar saudara kandung Fidel, namun juga menjadi pemimpin kunci revolusi.
Sejak 1959, Castro menjadi Menteri Pertahanan. Selama beberapa dekade, dia juga menjadi wajah militer Kuba dan pertahanan pulau tersebut.
Kemudian pada 1976, dia menjabat sebagai wakil presiden dan kemudian menggantikan Fidel Castro yang sudah lanjut usia, sebagai presiden sejak 2008 hingga 2019.
Raul Castro adalah tentara, politikus, dan seorang revolusioner yang menggulingkan sekutu penting seperti AS dan menentang tekanan AS selama beberapa dekade.
Kuba berada di bawah blokade AS sejak 1960. Kelangsungan ekonomi Kuba pun selalu bergantung pada dukungan negara besar yang bersedia memasok bahan bakar.
Saat ini Kuba semakin "menderita", gara-gara AS mencopot Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Venezuela merupakan salah satu negara yang mengekspor minyak untuk Kuba.
Presiden baru Venezuela Delcy Rodriguez ditekan untuk menghentikan pengiriman minyak ke Kuba, begitu pula Meksiko dan mitra regional lainnya.
Pekan lalu, Kuba menyatakan tidak memiliki bahan bakar atau solar sama sekali. Kondisi kemanusiaan yang memburuk juga membuat warga Kuba kesulitan mendapatkan makanan dan obat-obatan.
Menandai kondisi ini, Presiden AS Donald Trump pun menyebut warga Kuba kini telah menantikan momen terpenting selama 65 tahun terakhir. Warga Kuba disebut-sebut telah mendorong penggulingan keluarga Castro sejak tahun 1960-an.
Menteri Luar Negeri AS, yang juga keturunan Kuba-AS, pada Hari Kemerdekaan Kuba menyebut pemerintah Kuba dan Raul Castro seagai pemerintah yang korup.
Dia pun menyerukan perubahan rezim, merujuk pada presiden Kuba saat ini, Miguel Diaz-Canel.
Dakwaan terhadap Castro disebut-sebut bukan hanya keadilan bagi satu orang, namun tentang potensi perubahan rezim yang akan terjadi di Kuba, musuh utama AS di kawasan selama 67 tahun terakhir.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
11
















































