WNI Diduga Gabung Tentara Israel, Kemlu RI Buka Suara

15 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Satu warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi tentara Israel di tengah agresi brutal mereka di Jalur Gaza, Palestina.

Menurut informasi dari organisasi nonpemerintahan Israel Hatzlacha, yang dirilis Al Jazeera, tercatat lebih dari 50.000 tentara asing dari berbagai negara terutama Barat bergabung dengan pasukan Israel.

Mereka yang bergabung memiliki setidaknya kewarganegaraan ganda dan memiliki paspor selain dari Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data itu, tercatat satu diduga WNI yang memiliki kewarganegaraan ganda bergabung dengan pasukan Zionis.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, Indonesia secara jelas menganut asas kewarganegaraan tunggal dan tak mengizinkan dwi kewarganegaraan ganda bagi WNI dewasa.

Tak cuma Indonesia, warga yang memegang paspor Thailand dan Vietnam juga ikut gabung ke tentara Israel.

Sebanyak 47 warga yang memegang kewarganegaraan ganda salah satunya dari Iran turut tercatat sebagai bagian dari pasukan Zionis.

Namun, jumlah terbanyak warga asing yang masuk tentara Israel adalah Amerika Serikat. Setidaknya 12.135 tentara yang terdaftar di militer Israel memegang paspor Negeri Paman Sam.

Lalu, sebanyak 6.127 menunjukkan warga Prancis bergabung di pasukan Zionis.

Rusia berada di urutan ketiga, dengan 5.067 warga yang bergabung dengan pasukan Israel, lalu Ukraina dengan 3.901 warga, dan Jeman dengan 1.668 warga

Sebanyak 589 warga dari Afrika Selatan, 1.686 tentara yang memegang kewarganegaraan Brasil, 609 Argentina, dan 181 bergabung dengan Israel.

Militer Israel, yang turut membagikan data tersebut, mencatat tentara yang punya kewarganegaraan ganda dihitung lebih dari sekali dalam rincian itu.

Pasukan Israel diperkirakan memiliki 169.000 personel aktif dan 465.000 personel cadangan. Dari jumlah ini, nyaris delapan persen di atanyan punya kewarganegaraan ganda atau multi kewarganegaraan.

Kemlu buka suara

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Vahd Nabyl buka suara menyusul diduga WNI ikut bergabung dengan pasukan Israel.

"KBRI Amman belum mengetahui adanya informasi ini," ujar Nabyl kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/2).

Nabyl lalu menegaskan Kementerian Luar Negeri siap bekerja sama dengan Kementerian Hukum guna menindaklanjuti WNI yang diduga masuk ke tentara Israel.

"Kementerian Luar Negeri siap bekerja sama dan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum sebagai instansi yang berwenang terkait dengan isu kewarganegaraan, untuk memverifikasi informasi tersebut lebih lanjut dan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar dia.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej untuk dimintai tanggapan terkait hal tersebut. Namun, dia belum merespons.

Persoalan warga asing yang ikut bergabung dengan pasukan Zionis di tengah agresi Israel di Jalur Gaza memicu pertanyaan soal pertanggungjawaban hukum internasional.

(fra/isa/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |