Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump sesumbar Amerika Serikat sudah menyiapkan serangan masif sebelum negosiasi dengan Iran diklaim berjalan.
Trump menyampaikan pernyataan itu saat membahas soal Iran dan Selat Hormuz dalam wawancara dengan Fox News yang dirilis pada Selasa (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah menyiapkan serangan terbesar sejak Perang Dunia II, dan mereka menelepon saya, dan dengan sangat sopan bilang, 'Bisa kita bicara? bisa kita bicara?', mereka tidak ingin [serangan] dan saya jawab 'ya kita, bisa bicara'," kata Trump.
Dia lalu berujar, "Ayo selesaikan masalah ini. Akhirnya, mari selesaikan masalah ini."
Trump mengatakan hal tersebut seharusnya sudah dilakukan presiden AS sebelumnya dan bisa mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Dan saya melakukan sesuatu yang harus saya lakukan karena jika mereka memiliki senjata nuklir, seluruh dunia ini akan jadi tempat yang berbeda," seloroh dia.
Politikus Republik itu lantas mewanti-wanti Iran jika mereka mundur dari negosiasi atau kesepakatan tak tercapai, AS bersiap menggempur habis-habisan negara Timur Tengah itu lagi.
"Saya tak punya pilihan. Mereka tak boleh memiliki senjata nuklir," imbuh dia.
Persoalan nuklir Iran bahkan menjadi salah satu alasan utama AS dan sekutu dekatnya Israel meluncurkan serangan brutal ke negara tersebut pada akhir Februari.
Iran membalas serangan ke Israel dan pangkalan AS di negara Timur Tengah. Perang pun berlangsung berbulan-bulan.
Kemudian pada April, AS dan Iran sepakat gencatan senjata yang diperpanjang tanpa batas waktu. Namun, di tengah periode itu pasukan Washington masih meluncurkan serangan ke Iran.
Lalu pada Juni, AS dan Iran sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian pertempuran hingga pengendalian Selat Hormuz.
Namun, belum genap sepekan MoU diterapkan, AS kembali menggempur Iran yang kemudian langsung dibalas serangan Teheran.
(isa/rds)

6 hours ago
3

















































