Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut telah menyetujui pencairan aset Iran senilai US$24 miliar (sekitar Rp428,64 triliun) yang selama ini dibekukan AS, meski belum mengonfirmasinya secara terbuka.
Pernyataan itu disampaikan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, dalam sebuah upacara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya, menurut kantor berita Fars milik pemerintah Iran.
Pernyataan Rezaei muncul di tengah diskusi yang sedang berlangsung mengenai kemungkinan kesepakatan antara Washington dan Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump sebelumnya telah menolak laporan di media Iran tentang pelepasan aset yang dibekukan, menyebutnya sebagai "berita palsu", seperti disitat dari Middle East Eye, Sabtu (13/6). Namun kabar tersebut saat ini dikonfirmasi langsung oleh Rezaei.
Pernyataan Rezaei muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa nota kesepahaman yang diusulkan dengan AS akan mengakhiri konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon, serta membuka jalan bagi perundingan mengenai pencabutan sanksi.
Sementara itu, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan bahwa Washington berharap dapat menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dalam beberapa hari ke depan.
Menurut pejabat tersebut, kesepakatan yang tengah dirundingkan juga diharapkan mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran.
Sedangkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan Teheran dan Washington berada di tahap akhir untuk menyelesaikan kesepakatan.
"Saat ini, kesepahaman telah tercapai di sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir musyawarah internal," ungkap Baghaei.
(mik)
Add
as a preferred source on Google

15 hours ago
10















































