Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanya berkomentar singkat usai ditolak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal 15 poin rencana perdamaian Jalur Gaza yang disusun oleh Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Menanggapi pertanyaan dari jurnalis di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa hubungannya dengan Netanyahu "sangat baik", meski ada penolakan dari PM Israel itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hubungannya sangat baik," ujar Trump singkat, dikutip dari Al Jazeera.
Netanyahu pada Minggu (9/8) secara terang-terangan menyatakan bahwa dia menentang rencana Dewan Perdamaian di Jalur Gaza, yang menyerukan agar Israel mulai menarik pasukannya bersamaan dengan pelucutan senjata Hamas.
Menurut jajak pendapat, rencana Gaza itu menuai kritikan dari basis pendukung sayap kanan Netanyahu. Anggota kabinet sayap kanan ekstrem juga telah mendesak Netanyahu untuk membatalkan rencana itu.
Akhir Juli lalu, Trump mengumumkan terobosan dalam kerangka gencatan senjata Gaza yang dipimpin AS.
Dia menyatakan bahwa Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza telah menerima rencana bertahap, di mana mereka akan menyerahkan senjata kepada badan pemerintahan Palestina yang baru. Di saat bersamaan, Israel juga harus menarik pasukan seiring pelucutan senjata Hamas, untuk mengakhiri agresi yang bermula pada Oktober 2023 lalu itu.
Saat rancangan itu pertama kali dirilis oleh BoP pada 31 Juli, Netanyahu sempat bungkam selama beberapa hari. Dia baru mengakui bahwa pemerintah Trump telah mengirimkan draf, dan menyatakan ketidaksetujuannya.
"Militer Israel tidak akan melakukan penarikan apa pun, sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga kami," ujar Netanyahu pada Minggu.
Dia juga bersumpah "tidak akan ada negara Palestina yang berdiri" selama ia menjabat sebagai PM Israel.
Penolakan terang-terangan Netanyahu ini disebut menandai adanya keretakan kebijakan publik yang semakin melebar antara AS dan Israel.
Seorang pejabat di BoP menyatakan bahwa rencana Gaza itu masih berlaku.
"Proses ini didasarkan pada pelaksanaan dan verifikasi di lapangan. Diskusi dengan Israel terus berlanjut, dan kerangka kerjanya dirancang sedemikian rupa sehingga setiap tahapan baru akan berlanjut setelah komitmen yang disyaratkan terpenuhi," kata dia.
(dna)

3 hours ago
3
















































