Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Asosiasi Penerbang Malaysia, Kapten Ab Manan Mansor, mengatakan pilot Malaysia Airlines yang tertangkap di Indonesia karena membawa narkoba 26 kilogram membuat malu dirinya dan korps pilot negaranya.
Ab Manan mengatakan bahwa keterlibatan awak pesawat dari maskapai nasional itu merupakan "aib besar."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya seorang pilot Malaysia dan saya merasa sangat, sangat malu akan hal ini," ujar Manan pekan lalu, seperti dikutip dari New Straits Times.
"Fakta bahwa pelakunya berasal dari maskapai nasional membuat rasa malu ini menjadi berlipat ganda. Di mana saya harus menaruh muka?" ia melanjutkan.
Manan juga sempat mendesak diberlakukannya langkah-langkah yang lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Ia kemudian menyatakan bahwa setiap maskapai harus memantau karyawan untuk mendeteksi perilaku yang tidak wajar dan melakukan tes urine secara acak terhadap seluruh staf.
"Menurut saya, pihak maskapai harus memperketat pengawasan ini dan menerapkannya kepada seluruh staf, termasuk personel darat di bandara," tutur Manan.
Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman yang ditangkap Selasa pekan lalu di Bandara Soekarno-Hatta, terancam pidana maksimal hukuman mati karena diduga menyelundupkan 70.000 butir pil ekstasi.
Manan juga mempertanyakan jenjang karier pilot tersebut, mengingat ia masih berstatus sebagai perwira kelas dua (second officer) dengan tanda pangkat dua garis pada usia 39 tahun.
Ia menyebutkan bahwa pilot Malaysia Airlines biasanya sudah mencapai pangkat kapten, atau tanda pangkat empat garis, pada usia 30 tahun.
Manan juga menyatakan bahwa pemerintah harus mengambil sikap tegas terkait masalah ini, karena insiden semacam itu tidak hanya mencoreng industri penerbangan dan citra negara, tetapi juga menghancurkan kehidupan dan keluarga.
Buntut dari kasus pilot Mohd Saufi, Malaysia Aviation Group (MAG) telah memberlakukan tes narkoba wajib bagi seluruh pilot di semua maskapainya usai pilot mereka ditangkap otoritas Indonesia karena menyelundupkan narkoba.
Dalam pernyataan pada Jumat (7/8), MAG menyatakan fase pertama pemeriksaan narkoba sudah dimulai terhadap seluruh pilot Malaysia Airlines yang berjumlah 1.260 orang. Pemeriksaan ini bakal rampung pada 15 Agustus mendatang.
"Pilot yang tidak menyelesaikan pemeriksaan pada tanggal yang ditentukan tidak akan mengoperasikan penerbangan sampai mereka dinyatakan lolos sesuai dengan prosedur dan persyaratan peraturan MAG," demikian pernyataan grup tersebut.
MAG juga menyatakan pemeriksaan narkoba ini selanjutnya akan diwajibkan bagi seluruh pilot aktif, termasuk awak kabin.
(bac)

6 hours ago
2
















































