Jakarta, CNN Indonesia --
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman mengatakan kelompok yang didukung Iran itu menembakkan rudal balistik ke arah Riyadh pada Sabtu (19/9) dini hari waktu setempat.
Juru bicara koalisi Turki al-Malki mengatakan angkatan udara Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan rudal tersebut sebelum mencapai ibu kota.
"[Angkatan udara Arab Saudi] berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan milisi teroris Houthi ke arah kota Riyadh saat fajar pada Sabtu," kata al-Malki dalam unggahan di X.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan Houthi juga berupaya menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu. Menurut dia, serangan tersebut berhasil digagalkan oleh pertahanan udara Arab Saudi.
Serangan tersebut diluncurkan setelah kebakaran terjadi di dekat bandara internasional ibu kota Arab Saudi tersebut.
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar sebuah tangki bahan bakar dengan logo perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di sebuah depot bahan bakar dekat Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Kejadian tersebut dilihat jurnalis AFP. Rekaman yang dibagikan secara daring dan diverifikasi AFP menunjukkan kepulan asap hitam di atas bangunan bandara.
Gangguan tersebut terjadi usai adanya peringatan serangan udara yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Arab Saudi semalam sebelumnya.
Beberapa jam setelah peringatan yang muncul dini hari itu, warga mengaku mendengar suara yang terdengar seperti rentetan ledakan yang berbeda di beberapa wilayah Arab Saudi.
"Wilayah tersebut berada di bawah ancaman udara dari pihak yang bermusuhan," demikian pesan yang diterima warga Riyadh sesaat sebelum pukul 03.00 waktu setempat. Mereka diminta untuk tetap berada di dalam rumah.
Jurnalis AFP kemudian mendengar dua ledakan sebelum badan pertahanan sipil Arab Saudi mencabut peringatan tersebut setengah jam kemudian.
Seorang warga Riyadh berusia 27 tahun yang tinggal di bagian utara kota mengatakan kepada AFP bahwa dia mendengar alarm sebelum jendela rumahnya bergetar.
"Saya mendengar alarm, lalu jendela rumah saya bergetar. Itu jelas menakutkan. Saya tidak menyangka hal ini terjadi," ujarnya.
Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 juga melaporkan "masalah besar" di Bandara Internasional King Khalid. Bandara tersebut sempat berada pada tingkat gangguan maksimum sebelum lalu lintas penerbangan mulai kembali normal.
Sementara itu, Houthi mengklaim telah melancarkan dua operasi militer sebagai respons atas serangan Arab Saudi.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan operasi tersebut menggunakan sejumlah rudal balistik dan jelajah serta drone.
"Operasi pertama menargetkan lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Saudi, Riyadh, dan yang kedua menargetkan fasilitas Aramco di Yanbu," kata Saree dalam pernyataan di Telegram.
Arab Saudi sebelumnya merespons serangan Houthi dengan melancarkan puluhan serangan udara ke wilayah yang dikuasai kelompok tersebut. Namun, serangan udara itu belum menghentikan laju ofensif Houthi.
Insiden terbaru ini terjadi beberapa hari setelah Riyadh menuduh Houthi menargetkan Mekah pada Rabu (17/9). Arab Saudi menyebut serangan tersebut sebagai serangan teroris terhadap kota suci umat Islam itu.
Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai "kebohongan usang".
Kelompok Houthi melaporkan puluhan serangan balasan yang dilancarkan Riyadh setiap hari sejak mereka melancarkan ofensif bulan ini untuk menguasai seluruh pesisir Laut Merah Yaman. Penguasaan wilayah tersebut akan memberi Houthi kendali atas Selat Bab al-Mandab yang strategis.
Menurut platform berita Amerika Serikat Axios, Washington pekan lalu menolak permintaan Arab Saudi untuk melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi.
Namun, pada Kamis (17/9), Washington menyetujui penjualan 48 jet tempur F-35 senilai US$24,3 miliar kepada Arab Saudi. Departemen Luar Negeri AS mengatakan penjualan tersebut ditujukan untuk membantu Riyadh "mencegah ancaman saat ini dan di masa depan".
(van/mik)

7 hours ago
4
















































