Eisenkot Ungguli Netanyahu dalam Polling Pemilu Israel

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kalah suara dari pesaingnya, Gadi Eisenkot (Partai Yashar) dalam polling pemilu Israel. Sebanyak 48 persen warga Israel memilih Eisenkot, dan hanya 40 persen yang memberikan pilihannya untuk Netanyahu.

Angka tersebut merupakan hasil survei yang dipublikasikan harian Israel, Maariv, pada Jumat (18/9), seperti dilansir media Turki Yeni Şafak. Survei dilakukan Lazar Research dan Panel4All pada 16-17 September terhadap 4.089 responden dengan margin kesalahan maksimal 4 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam simulasi pemilihan langsung untuk perdana menteri ini, eks PM Naftali Bennet juga memperoleh suara 44 persen, lebih besar dibandingkan dengan suara untuk Netanyahu sebesar 41 persen.

Sementara itu, dalam simulasi melawan Avigdor Lieberman, Netanyahu unggul memperoleh 42 persen suara. Lieberman dilaporkan hanya mendapat 38 persen suara.

Survei yang sama memuat proyeksi komposisi parlemen Israel, Knesset, jika pemilihan digelar saat ini.

Koalisi pemerintahan yang dipimpin Netanyahu diproyeksikan memperoleh 50 kursi, sedangkan blok oposisi 54 kursi. Partai-partai Arab diproyeksikan mendapatkan 12 kursi dan Partai Reservists-Economic memperoleh empat kursi.

Di tingkat partai, Yashar yang dipimpin Eisenkot diproyeksikan memperoleh 23 kursi. Likud, partai yang dipimpin Netanyahu, memperoleh proyeksi 18 kursi.

Partai Together yang dipimpin Bennett diproyeksikan mendapatkan 13 kursi. Partai Demokrat dan Yisrael Beiteinu masing-masing memperoleh sembilan kursi.

Sementara itu, Partai Jewish Power yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir diproyeksikan memperoleh delapan kursi. Partai ultra-Ortodoks United Torah Judaism dan Shas masing-masing mendapatkan tujuh kursi.

Partai Religious Zionism yang dipimpin Menteri Keuangan Bezalel Smotrich diproyeksikan memperoleh enam kursi. Partai Reservists-Economic dan Your People Israel masing-masing memperoleh empat kursi.

Partai-partai Arab diproyeksikan memperoleh total 12 kursi, terdiri dari tujuh kursi untuk Joint Arab List dan lima kursi untuk United Arab List yang dipimpin Mansour Abbas.

Sebanyak 38 partai tercatat mendaftar untuk mengikuti pemilu Knesset mendatang. Dari jumlah tersebut, survei memproyeksikan 13 partai akan melewati ambang batas pemilu dan memperoleh kursi di parlemen yang memiliki total 120 kursi.

Pemilihan umum Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Hasil survei tersebut menggambarkan preferensi responden pada saat survei dilakukan dan tidak menentukan hasil pemilu yang akan datang.

(lau/asr)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |