Jakarta, CNN Indonesia --
Anak laki-laki dari pejabat Kemenkes Palestina di Gaza tewas karena tembakan Israel, Sabtu (19/9).
Mengutip dari Aljazeera, Basir al-Bursh yang merupakan anak dari Dirjen Kemenkes Gaza, Munir al-Bursh, tewas karena tembakan Israel di kawasan utara daerah tersebut.
Serangan itu terjadi di kawasan az-Zahra, di barat kamp pengungsi Jabalia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia adalah satu dari tiga warga Palestina yang dilaporkan tewas karena serangan Israel di sejumlah tempat di Gaza hari ini.
Sementara itu di bagian Tepi Barat yang diduduki Israel, pemukim Yahudi membakar sebuah rumah milik warga Palestina.
Mengutip dari Aljazeera, peristiwa itu terjadi di desa Burqa di Ramallah, Tepi Barat.
Kekerasan demi kekerasan terus dilaporkan dilakukan militer Israel (IDF) di Gaza ataupun pemukim Israel di Tepi Barat.
Prabowo teriak Free Palestine di depan Dubes
Sementara itu, suasana syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9), berubah menjadi haru saat Presiden RI Prabowo Subianto menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari.
Presiden Prabowo, di hadapan ribuan santri, terlihat tak kuasa menahan air mata setelah berpelukan dengan Dubes Palestina. Berdasarkan rilis resmi Bakom, Presiden bahkan disebut sempat mengusap air matanya menggunakan handuk putih yang biasa dibawanya setiap kali berpidato.
Momen tersebut terjadi ketika Prabowo menyapa satu per satu duta besar yang hadir dalam acara Kesyukuran 100 Tahun Gontor. Saat tiba giliran menyebut Duta Besar Palestina, Prabowo langsung meneriakkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.
"Free Palestine, Free Palestine, Free Palestine," pekik Prabowo yang disambut para alumni, santri, serta tamu undangan yang hadir.
Dubes Palestina, Abdulfattah, kemudian mengangkat sebuah keffiyeh untuk diserahkan kepada Presiden. Prabowo memberi isyarat agar Dubes Palestina naik ke atas panggung.
Setelah menerima keffiyeh tersebut, Prabowo mengenakannya di bahu. Keduanya kemudian berpelukan di hadapan para hadirin.
Usai momen itu, Prabowo kembali menuju podium untuk melanjutkan pidatonya. Namun, suaranya terdengar berubah seperti menahan tangis. Ia mengaku teringat penderitaan masyarakat Palestina yang hingga kini terus menghadapi serangan.
"Saya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.
Prabowo kemudian mengaitkan penderitaan rakyat Palestina dengan pentingnya membangun kekuatan bangsa.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi masyarakat Indonesia, terutama para ulama, kiai, pendidik, dan generasi muda, untuk belajar dan bekerja sungguh-sungguh membangun negara.
(kid)

3 hours ago
2
















































