Rusia-NATO Tegang, Jet Tempur Spanyol Tembak Jatuh Drone di Rumania

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Jet tempur Spanyol berhasil menembak jatuh pesawat nir awak (drone) yang melanggar wilayah udara Rumania yang berbatasan dengan Ukraina dan Moldova, di tengah ketegangan antara Rusia dengan NATO.

Pelanggaran yang dilakukan drone di wilayah udara negara-negara NATO semakin meningkat seiring invasi Rusia terhadap Ukraina. 

Dalam kasus terbaru di Rumania, intersepsi dilakukan oleh pesawat F-18 pada pukul 5 pagi waktu setempat. Pesawat tempur Spanyol yang ditugaskan NATO ini berhasil menjatuhkan drone yang awalnya masuk dari Moldova, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rumania, dikutip dari AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Puing-puing drone jatuh di daerah tak berpenghuni di wilayah Galati, dekat perbatasan Ukraina," demikian keterangan tambahan dari Kementerian Pertahanan Rumania. 

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles di akun X menyatakan bahwa angkatan udara Spanyol telah menunjukkan"profesionalisme yang mengesankan dalam upaya menjaga pertahanan udara Eropa.

Komando Udara NATO menyatakan di X bahwa intersepsi tersebut melibatkan dua jet F-18 milik Spanyol di pangkalan Rumania yang secara keseluruhan berkekuatan sekitar 200 personel dengan 11 pesawat.

Wilayah pesisir timur Rumania yang berbatasan dengan Laut Hitam, berdekatan dengan wilayah yang menjadi langganan target serangan Rusia. Ini adalah drone keempat yang dihancurkan di Rumania sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.

Pada insiden terpisah yang terjadi hari Minggu, Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan puing-puing drone ditemukan di Laut Hitam, lepas pantai kota Constanta, Rumania. 

Sebelumnya, pada bulan Juli, Rumania mengusir seorang pegawai kedutaan besar Rusia sebagai "tanggapan tegas" terhadap drone yang berulang kali melanggar wilayah udara Rumania.

Rumania telah menembak jatuh tiga drone dalam tiga hari berturut-turut sebelum pengusiran tersebut dilakukan.

Sejak 2023, otoritas Rumania juga telah melaporkan penemuan serpihan drone di wilayah mereka seiring serangan Rusia terhadap pelabuhan-pelabuhan Ukraina di sepanjang Sungai Danube yang terletak tepat di seberang perbatasan.

Insiden serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah lain di negara-negara NATO seperti di Polandia dan sejumlah negara Baltik.

Kemudian, pada Jumat lalu, NATO menyatakan jet-jet tempur Italia yang beroperasi dalam misi pengawasan udara NATO menembak jatuh sebuah drone yang memasuki wilayah udara Latvia.

Ketegangan Rusia dan NATO meningkat akibat Perang Ukraina. Dalam sejumlah kesempatan pemimpin dari kedua belah pihak tak jarang saling lempar ancaman. 

Terbaru, hasil analisis intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkap Presiden Rusia Vladimir Putin berpotensi untuk melancarkan serangan ke NATO dalam beberapa tahun mendatang.

Penilaian intelijen itu menguraikan beberapa skenario yang kemungkinan akan diambil Rusia. Di antaranya adalah serangan siber hingga serangan skala kecil yang bertujuan untuk menantang persatuan NATO.

Kendati demikian, laporan tak menyebutkan bagaimana dan kapan Putih akan melancarkan serangan tersebut. Hanya saja, diprediksi serangan akan terjadi dalam rentang waktu tahun ini hingga beberapa tahun mendatang.

Salah satu sumber juga mengatakan, kemungkinan besar Putin akan meningkatkan eskalasi dengan menargetkan negara Baltik atau Polandia. BiografiVladimir Putin

"Para pejabat AS dan NATO sendiri telah meyakini bahwa Putin akan meningkatkan eskalasi jika ia tak mampu mendapatkan jalan keluar dari perang dengan Ukraina," ujar sumber yang tak disebutkan namanya, melansir CNN.

(afp/wis)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |