Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan mengenai memburuknya kondisi tentara AS di kapal induk USS Abraham Lincoln, yang telah dikerahkan selama lebih dari delapan bulan, termasuk untuk mendukung perang melawan Iran.
Trump justru menilai masa penugasan kapal tersebut justru belum berlangsung cukup lama.
"Tidak. Tidak. Tidak. Belum cukup lama," kata Trump saat ditanya apakah dirinya khawatir terhadap kesehatan mental awak kapal dan apakah pengerahan USS Abraham Lincoln sudah berlangsung terlalu lama, dikutip dari The New York Times, Jumat (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump sebelumnya ditanya mengenai laporan kondisi buruk di kapal tersebut, termasuk kekhawatiran keluarga para awak. Dia membantah adanya kekhawatiran tersebut.
"Tidak, mereka tidak khawatir," ujar Trump ketika ditanya apakah keluarga awak kapal mengkhawatirkan kondisi anggota keluarga mereka yang bertugas di USS Abraham Lincoln.
Menurut laporan The New York Times, USS Abraham Lincoln telah menjalani penugasan selama lebih dari delapan setengah bulan. Sebagian besar masa penugasan tersebut digunakan untuk mendukung operasi militer AS dalam perang melawan Iran.
Laporan mengenai kondisi kapal mencakup kekurangan sejumlah kebutuhan dasar, persoalan keselamatan dan kebersihan, hingga memburuknya kondisi kesehatan mental awak kapal.
Meski menepis isu kondisi buruk itu, Trump mengakui Angkatan Laut AS akan segera mengganti USS Abraham Lincoln dengan kapal induk lain yang serupa.
Angkatan Laut AS disebut akan mengirim USS George Washington untuk menggantikan USS Abraham Lincoln. Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat AS kepada The New York Times dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara secara terbuka mengenai jadwal kapal.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga membantah laporan mengenai kondisi buruk di USS Abraham Lincoln. Ia menyebut kondisi yang diberitakan telah "disalahgambarkan".
Namun, Senator Demokrat asal Connecticut Richard Blumenthal telah mengirim surat kepada Hegseth dan pejabat sementara Angkatan Laut Hung Cao pada Kamis (13/8). Dalam surat tersebut, Blumenthal menyoroti sejumlah persoalan yang dilaporkan terjadi di kapal.
Masalah tersebut antara lain kekurangan kebutuhan dasar, kontaminasi air, gangguan saluran air, memburuknya kesehatan mental awak, persoalan keselamatan di dek, hingga gangguan sistem pengiriman surat.
Blumenthal juga menyebut sejumlah paket kiriman dari keluarga awak kapal dilaporkan hilang dalam proses pengiriman dan baru sampai setelah berbulan-bulan.
Laporan kondisi USS Abraham Lincoln muncul di tengah perang AS dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung lebih lama dari perkiraan awal pemerintahan Trump.
Trump selama ini berulang kali mengeklaim operasi militer AS berhasil menghancurkan kemampuan militer Iran. Ia juga cenderung mengecilkan dampak perang terhadap AS, termasuk korban jiwa dan luka di kalangan personel militernya.
The New York Times mencatat sedikitnya 18 personel militer AS tewas dan ratusan lainnya terluka dalam konflik tersebut.
Dalam pernyataan terpisah di Garden City, New York, Jumat (14/8), Trump kembali membela perang tersebut dan mengeklaim kemajuan operasi AS.
"Segera saya akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," kata Trump.
Selat Hormuz merupakan jalur maritim penting bagi pasokan minyak global yang selama perang mengalami gangguan akibat konflik AS-Israel dan Iran.
Trump juga mengatakan tujuannya mencegah Iran memiliki senjata nuklir sepadan dengan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat AS akibat kenaikan harga bensin dan biaya lainnya.
"Jadi ingat itu-ketika Anda harus membayar sedikit lebih mahal, harga bensin mencapai US$4, tidak apa-apa. Saya tidak akan pernah meminta maaf. Saya melakukan hal yang benar," ujar Trump.
(lau/dna)

2 hours ago
1
















































