Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Prancis didesak segera mengirimkan kapal induk untuk membela Lebanon dari invasi brutal pasukan Israel.
Desakan itu disampaikan poitikus Prancis, Jean Luc Melenchon. Tokoh sayap kiri Prancis tersebut mengecam keras Israel dan menyerukan reaksi Prancis yang lebih tegas terkait konflik di Lebanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reaksi keras Melenchon dikemukakan setelah Israel menduduki situs bersejarah Kastil Beaufort yang merupakan peninggalan Prancis di wilayah selatan Lebanon, dikutip dari Middle East Monitor (MEMO).
Dalam akun X, ia menulis bahwa pasukan Israel "menginvasi dan menganeksasi wilayah selatan Lebanon" dan melabel aksi tersebut sebagai "genosida kaum barbar."
"Netanyahu telah mengibarkan benderanya di atas Kastil Beaufort. Nama Prancis ini seharusnya mengingatkan kita bahwa kita terhubung dengan Lebanon oleh sejarah seribu tahun. Kita berhutang dukungan, kasih sayang, dan solidaritas kepada Lebanon," demikian tulis Melenchon dalam akun X, mengomentari pasukan Israel yang menduduki Kastil Beaufort.
Mélenchon kemudian menyatakan bahwa kapal induk Prancis harus dikerahkan di Mediterania, bukan di Selat Hormuz.
Menurutnya, pengerahan tersebut akan berfungsi sebagai sinyal politik kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menunjukkan penentangan keras Prancis terhadap aksi militer Israel di Lebanon.
Ia juga menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk Israel dan mengatur penarikan pasukan Israel dari wilayah yang didudukinya.
Secara terpisah, menteri luar negeri Prancis mengumumkan bahwa Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB menyusul laporan bahwa pasukan Israel telah mencapai daerah Kastil Beaufort di Lebanon selatan.
Pertemuan darurat DK PBB pun telah digelar pada Selasa (2/6) dan mendesak Israel segera menghentikan aksi militernya di Lebanon.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
9

















































