Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkap alasan melawat ke Rusia, China, hingga Amerika Serikat di tengah konflik global yang meruncing.
Saat pidato di acara pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6), Prabowo mengatakan sejak menjadi presiden ingin meneruskan politik bebas aktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh. Sekarang saya baik sama Presiden [Rusia Vladimir] Putin, tapi saya baik juga sama Presiden [Donald] Trump," kata dia.
Prabowo lalu berujar, "Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan, tapi noise selalu ada. Yang penting saya yakin garis kita di mana."
Di kesempatan itu, Prabowo juga menyebut Indonesia disukai banyak negara.
"Indonesia dicari karena Indonesia tidak punya musuh," ungkap dia.
Prabowo menegaskan setelah menerima mandat jadi presiden, dia meneruskan garis politik luar negeri Indonesia yang "bebas aktif."
Untuk mempertahankan relasi dengan negara-negara kuat, Prabowo mengatakan tak bisa menolak sebagai upaya menjaga rakyat Indonesia. Dengan cara itu pula lah, Jakarta menunjukkan politik bebas aktif.
"Bayangkan, saya sebagai Presiden Indonesia, saya dipilih oleh rakyat untuk menjaga rakyat Indonesia. Sekarang kalau ada negara super power, katakanlah Presiden Trump mengundang saya ke Amerika, berani saya enggak datang?"
"Presiden Amerika undang, Presiden Rusia undang juga. Gue nongol di Washington, gue nggak nongol di Moskow, ngga bisa. Habis itu, diundang lagi oleh Presiden Xi Jinping," kata Prabowo.
Tak lama setelah menjabat, Prabowo mengunjungi China, Amerika Serikat, Inggris, Peru, dan Brasil.
Dia mengunjungi China pada 8-10 November 2024, dan setelah itu langsung terbang ke Amerika Serikat.
Kemudian pada September 2025, Prabowo berkunjung ke China untuk menghadiri parade militer dalam rangka perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China.
Di tahun 2025, Prabowo juga berulang kali ke Rusia yakni pada Juni dan Desember. Tahun ini, dia ke Rusia pada April dan berencana kembali ke negara tersebut pada pertengahan Juni.
Kunjungan Prabowo berlangsung di tengah konflik global yang kian runcing. Hubungan AS dan Rusia tegang setelah pemerintahan yang berbasis di Moskow meluncurkan invasi ke Ukraina.
AS dan China juga memiliki hubungan yang panas dingin, terutama saat konflik di Timur Tengah membara.
Sementara itu, China dan Rusia memiliki hubungan yang erat dan tergabung dalam organisasi BRICS.
(isa/del/bac)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2















































