Jakarta, CNN Indonesia --
Penutupan Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat dan Iran tampaknya tidak terlalu berpengaruh bagi Irak.
Negara tetangga Iran itu masih bisa mengekspor minyak mentah hingga 30 juta barel lebih dari 4 Juli hingga 4 Agustus melalui Selat Hormuz tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut memang merupakan penurunan volume bagi Irak. Sebelum perang, Irak mengekspor rata-rata 105 juta barel per bulan melalui selat tersebut, sebagian besar dari terminal selatannya di dekat Basra.
Meski demikian, jumlah volume minyak mentah perusahaan Iran yang melewati Selat Hormuz masih cukup banyak di tengah penutupan oleh Iran dan blokade oleh AS, dikutip dari Al Jazeera.
Kepala perusahaan pemasaran minyak negara Irak, SOMO, Ali Nizar memperkirakan bahwa antara 35,5 juta dan 37 juta barel melewati selat tersebut pada bulan Juli. Ia mengatakan 7 juta barel lainnya diekspor melalui pipa Irak-Turkiye ke Ceyhan.
Irak juga telah mengangkut beberapa minyak mentah dengan truk tangki melalui Suriah, sementara rencana untuk pipa ke pelabuhan Baniyas di Suriah masih dalam tahap studi.
Sebelumnya, Iran dan Oman disebut telah membicarakan masa depan rute pelayaran minyak global Selat Hormuz dan kini telah memasuki tahap akhir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan hasil pembicaraan dengan Muscat dalam rapat kabinet pada Minggu (2/8).
"Negosiasi berada di jalur menuju finalisasi dan sedang memasuki tahap akhir," demikian laporan media pemerintah Iran, Mehr News, mengutip Araghchi.
Araghchi juga mengatakan negosiasi kedua pihak terus berlanjut soal Selat Hormuz.
(bac)

3 hours ago
1

















































