Mengapa Iran Tolak Keras Gencatan Senjata dengan AS?

11 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Meski ditekan dan diancam Amerika Serikat, pemerintah Iran menegaskan tidak tertarik pada opsi gencatan senjata dalam konflik yang tengah berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan negaranya tidak percaya pada mekanisme gencatan senjata karena dinilai hanya bersifat sementara dan berpotensi memicu konflik kembali di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Iran tetap menawarkan penghentian perang secara menyeluruh dan permanen. Artinya tidak ada lagi serangan kepada Iran.

Dikhianati dua kali

Menurut Abbas, negaranya punya pengalaman pahit yang tidak ingin terulang.

"Kami tidak mencari gencatan senjata karena kami tidak ingin skenario ini terulang lagi setelah beberapa waktu. Kami ingin perang berhenti sepenuhnya dan selamanya. Kami tidak percaya pada gencatan senjata, kami percaya pada berakhirnya perang," ujar Araghchi mengutip media Sputnik.

Abbas pun menyinggung soal perjanjian nuklir dengan AS yang justeru dilanggar dua kali.

"Anda tahu, kami memiliki pengalaman amat pahit dalam berbicara dengan Amerika," kata Araghchi, seperti dikutip Anadolu Agency.

Pernyataan Araghchi merujuk pada perang 12 hari Iran vs Israel pada Juni 2025, di mana saat itu Teheran sedang dalam negosiasi nuklir dengan AS.

Dan ketika perang meletus, AS malah ikut-ikutan Israel menyerang Iran dan menghancurkan situs-situs nuklir Teheran. Itu yang pertama.

Yang kedua, sebelum serangan 28 Maret , Iran dan AS juga sedang dalam putaran ketiga negosiasi, yang menurut Oman, selaku mediator, telah berjalan konstruktif.

Namun, lagi-lagi, Israel dan AS menyerang Iran, bahkan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Atas dasar itulah Iran kini tak lagi punya kepercayaan kepada AS.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |