Malaysia Respons 3 Perempuan Sabah Ditangkap di RI Buntut Bawa Narkoba

7 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Malaysia buka suara soal tiga perempuan asal Kinabalu, Sabah, ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, diduga berupaya menyelundupkan narkoba.

Direktur Satuan Kriminal Narkotika (Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik/JSJN) Bukit Aman Hussein Omar Khan mengatakan polisi Malaysia sudah mendapat keterangan dari kepolisian Indonesia soal kasus itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus penangkapan ketiga perempuan ini juga ternyata tak ada hubungannya dengan kasus penangkapan pilot atau laki-laki berusia 22 tahun di Indonesia sebelumnya," kata Hussein ke radio milik Bernama, dikutip Harian Metro, Rabu (5/8).

Kasus penangkapan yang dimaksud adalah penangkapan pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman (MSO), di Bandara Soekarno Hatta, pada 28 Juli.

Dari hasil pemeriksaan, petugas bea cukai menemukan 14 kantong ekstasi yang berisi lebih dari 70.000 pil di dalam koper pilot, dan empat gram metamfetamin, yang diduga untuk penggunaan pribadi, di dalam tas tangan MSO.


Kemudian pada 3 Agustus, petugas di Bandara Juanda, Jawa Timur, menangkap warga asal Johor dengan inisial DI (22 tahun) karena kedapatan membawa 1.089 ekstasi.

Petugas juga menyita empat bungkus sabu-sabu dengan berat total 990 gram.


Kembali ke Hussein, dia mengatakan dua dari tiga perempuan itu memiliki catatan kriminal terkait narkoba dan merupakan pecandu. Dia juga menyebut jumlah narkoba yang disita pihak berwenang Indonesia relatif sedikit dan diyakini untuk penggunaan pribadi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tiga perempuan itu, petugas menemukan 0,5 gram abu diduga kokain, 0,3 gram abu diduga kokain, 2 gram bubuk diduga kokain, 4,2 gram pil diduga MDMA, 1,8 gram bubuk diduga ketamin, 2,4 gram pil diduga MDMA, dan 16,9 gram lintingan tembakau diduga bercampur dengan ketamin.

Selain itu, petugas juga mengamankan 1,4 gram serbuk putih diduga kokain, 1 pcs cartride diduga mengandung ketamin.

Di kesempatan ini, Hussein mengatakan serangkaian penangkapan warga Malaysia di Indonesia terkait narkoba karena posisi geografis negara ini yang menguntungkan sindikat narkoba internasional.

"Sindikat perdagangan narkoba ini sebagian besar beroperasi dari negara di utara Malaysia dan negara kita jadi transit sebelum narkoba dibawa ke Indonesia, Singapura, Filipina, serta beberapa negara lain," ujar dia,

Sehubungan dengan itu, Hussein menegaskan Malaysia akan memperketat lebih lanjut prosedur operasi standar yang ada di titik masuk dan keluar.

"Ini untuk memastikan Malaysia tak terus dicap negara transit narkoba," imbuh dia.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |