Komedian China Diselidiki Gegara Jadikan Lagu Komunis Buat Lelucon

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang komedian stand-up yang dianggap sebagai salah satu tokoh budaya paling berpengaruh di China, Gue Degang, tengah diselidiki lantaran dianggap melontarkan lelucon mengenai sebuah lagu terkait Partai Komunis.

Guo Degang dituduh melanggar norma kesusilaan umum gara-gara melakukan improvisasi lirik pada sebuah lagu revolusioner China, saat tampil di Wuhan pada akhir Juli lalu.

Dia kemudian dilaporkan ke Biro Kebudayaan dan Pariwisata Wuhan. Dalam laporan itu, Guo dituduh tidak hanya mendistorsi dan merendahkan nilai karya revolusioner klasik, tapi juga melanggar norma kesusilaan umum serta standar perilaku yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir CNN, lagu yang dimaksud berjudul "Playing My Beloved Pipa", disebut menggambarkan semangat pantang menyerah pasukan gerilya komunis yang melawan Jepang selama Perang China-Jepang.

Lagu ini merupakan bagian dari film China terkenal tahun 1950-an yang berjudul "Railroad Guerrillas", dan pada 2019 terpilih sebagai satu dari 100 lagu untuk merayakan peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China.

Lirik asli lagu itu berbunyi: "Matahari akan terbenam di barat; suasana hening di Danau Weishan". Namun Guo mengubah bagian kedua lirik tersebut menjadi "suasana hening di Forbidden City" dan membawakan lagu itu dengan gaya komedi.

Penyebutan Forbidden City atau Kota Terlarang, yang selama berabad-abad menjadi pusat kekuasaan kekaisaran China, bisa menjadi hal sensitif secara politik di China karena keterkaitan sejarahnya dengan pihak yang sedang memegang kekuasaan.

"Bagian yang diubah dan dibawakan oleh Guo Degang tidak termasuk dalam materi yang diajukan untuk mendapatkan persetujuan awal, dan tindakan tersebut diduga melanggar Peraturan tentang Penyelenggaraan Pertunjukan Komersial," demikian pernyataan Biro Kebudayaan dan Pariwisata Wuhan.

Biro tersebut menyatakan penyelidikan terhadap Guo masih berlangsung, namun hasilnya belum diumumkan.

Guo dikenal luas karena jasanya menghidupkan kembali jenis komedi tradisional China yang disebut "crosstalk", dan merupakan sosok yang sangat populer di China.

Kabar penyelidikan Guo menjadi salah satu topik yang paling dibicarakan di media sosial China.

Sebagian warganet berpendapat dia patut dihukum karena mengubah lagu-lagu "merah", namun ada juga pengguna media sosial China yang menganggap pihak berwenang bersikap terlalu sensitif.

Ini bukan kali pertama seniman menghadapi ancaman keras karena melontarkan ucapan yang dianggap keliru.

Tiga tahun lalu komedian stand-up China, Li Haoshi, didenda 14,7 juta yuan setelah menggunakan frasa yang dikaitkan dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) saat menceritakan kisah tentang dua ekor anjing liar.

Setelah leluconnya memicu kemarahan pejabat, Li menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia dilarang tampil untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dan tidak pernah terlihat lagi di depan umum sejak saat itu.

(dna/bac)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |