Jakarta, CNN Indonesia --
Selama Israel melakukan invasi ke Jalur Gaza di Palestina, bukan hanya tentara yang bertugas.
Israel juga merekrut penduduk lokal yang mau dibayar dan membentuk gangster brutal untuk mengacaukan bantuan masuk.
Unit pasukan khusus yang menyamar sebagai warga Palestina itu, dikenal sebagai 'unit Arabisasi', atau 'musta'ribeen'. Mereka adalah agen Israel yang menyamar, seringkali seorang Yahudi Arab, beroperasi bukan sebagai pemukim yang terlihat tetapi sebagai kembaran penduduk asli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mahir dalam dialek dan tata krama Palestina, agen Arabisasi bergerak di antara warga Palestina sebagai sosok seperti hantu yang meniru dan mengawasi dari dalam sambil juga melakukan operasi kejutan yang dimaksudkan untuk menjebak 'mangsa' dalam keadaan lengah, baik untuk penangkapan atau pembunuhan," demikian laporan laman Mondoweiss.net, sebuah situs yang dikelola oleh wartawan Yahudi Philip Weiss di Detroit, Amerika Serikat.
Salah satu tokoh paling terkenal dari gangster ini adalah Yasser Abu Shabab, mantan tahanan yang pernah dijatuhi hukuman karena penyelundupan narkoba oleh pemerintah Hamas. Ia memimpin kelompok yang terdiri dari ratusan pria bersenjata dan menjarah konvoi bantuan di Gaza sepanjang perang.
"Kehadiran mereka tidak hanya bertujuan untuk merusak tatanan sosial tetapi juga untuk menutup luka baru di atas luka terbuka genosida," tulis laporan di laman tersebut.
Menurut laporan laman ini, ada empat fungsi dari gangster buatan Israel ini.
Pertama, mereka berfungsi untuk menghambat dan mengalihkan aliran bantuan kemanusiaan, mengubah bantuan menjadi mekanisme kontrol.
Kedua, mereka bertindak sebagai pemungut pajak informal, mengambil keuntungan dari dengan mempertahankan kehancuran ekonomi. Mereka memposisikan diri sebagai perantara, tidak hanya dengan pasukan pendudukan zionis, tetapi juga dengan aparatus bantuan internasional yang semakin diprivatisasi.
Ketiga, mereka juga digunakan sebagai mekanisme penggelapan, mengeksploitasi keputusasaan untuk memikat warga Gaza yang kelaparan dan kaum mudanya. Kekuatan ini muncul dari apa yang diizinkan untuk mereka tawarkan: sekantong makanan, janji akses, kemungkinan pengecualian dari pembantaian.
Tawaran ini bukanlah hal yang baik, mereka berfungsi sebagai pengungkit kendali, beroperasi dalam ketegangan antara kelangsungan hidup keluarga individu dan ketahanan kolektif (sumud) seluruh komunitas.
Dengan menempatkan diri sebagai perantara antara Israel dan penduduk, mereka memungkinkan jaringan ketergantungan dan otoritas informal dan formal untuk berkembang dan tumbuh. Mereka menjadi alamat asli yang menjadi perantara dengan Israel.
Keempat, dan mungkin yang paling berbahaya, mereka berfungsi sebagai 'protagonis' dalam koreografi propaganda. Video yang dipentaskan dengan cermat, pria berseragam menurunkan karung tepung atau menunjuk antrean pengungsi, disebarkan untuk menunjukkan munculnya pemerintahan Palestina alternatif, yang tampaknya lebih 'pragmatis' atau mudah dikendalikan dan lebih bersedia 'menyanyikan lagu yang diorkestrasi Netanyahu'.
Karena itu, bagi Israel, perang di Gaza bukan sekadar kemenangan. Namun, yang terpenting bagi Israel adalah pertunjukan yang mereka ciptakan. Intinya bukanlah bahwa mereka akan memenangkan Gaza.
Mereka menjadi simbol perpecahan, membawa serta anggapan bahwa masyarakat Palestina di Gaza dapat ditembus, terpecah belah, dan korup. Ini menunjukkan bahwa perlawanan memiliki citra tandingan.
Fungsi sebenarnya mereka bukanlah untuk memerintah, melainkan untuk menghantui batas antara oposisi dan kolaborasi.
Mereka menyebarkan keraguan tentang gagasan untuk bertahan. Dalam pengertian ini, milisi kolaborator bukanlah aset militer melainkan perangkat naratif, yakni dalam upaya berkelanjutan Israel untuk menarasikan adanya disintegrasi Palestina sebagai sesuatu yang terjadi, tak terhindarkan, dan mungkin, di mata Zionis, juga "pantas diterima."
Hal ini akan memunculkan sikap di mata internasional tentang pemerintahan Palestina yang tidak mampu mengelola Gaza. Dan itulah yang diinginkan Israel dengan menghadirkan para gangster ini.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
7

















































