Jakarta, CNN Indonesia --
Israel masih dengan sikapnya yang 'kepala batu' menyerang wilayah selatan Lebanon pada Jumat (19/6) meski Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk menghentikan perang di Timur Tengah.
Tel Aviv kembali membombardir Lebanon setelah kesepakatan damai AS dan Iran. Padahal, Lebanon termasuk dalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Israel mengeklaim pada Jumat bahwa mereka menyerang markas Hizbullah di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
"Sepanjang malam, tentara terus menerus menyerang teroris dan infrastruktur Hizbullah di beberapa wilayah di Lebanon selatan," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
Kantor berita Lebanon NNA melaporkan 15 orang tewas dalam serangan Israel pada sejumlah area di Lebanon selatan.
Sejumlah warga melaporkan bahwa serangan udara dan gempuran Israel menghantam beberapa kota di distrik Nabatieh malam hingga Jumat pagi. Menurut NNA, pengeboman itu termasuk yang terberat dalam beberapa pekan terakhir.
Eskalasi ini terjadi sehari setelah Israel merilis peta yang menunjukkan perluasan zona kendali militer di Lebanon selatan di luar zona tersebut. Mereka tidak menutup peluang serangan sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kesepakatan perdamaian sementara AS dengan Iran pada hari Rabu.
Kesepakatan tersebut menyerukan penghentian pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon, dan agar semua pihak menghormati integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan Israel terlibat dalam "negosiasi yang alot" dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengenai penempatan pasukan sejauh 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon selatan saat mereka mengejar Hizbullah.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2















































