Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan saat Teheran kembali saling serang dengan Israel.
Mojtaba Khamenei menegaskan Israel bakal segera dihabisi dengan serangan-serangan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rezim zionis yang goyah tinggal memiliki beberapa hari lagi (sebelum berakhir)," demikian pernyataan Mojtaba Khamenei seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Iran kembali menghujani wilayah utara pendudukan Israel dengan rudal-rudal mereka pada Minggu (8/6). Serangan tersebut dimaksudkan sebagai balasan atas invasi Israel di Lebanon.
"[Ini tanggapan terhadap] pembunuhan dan pengusiran besar-besaran orang-orang tertindas di wilayah Tyre dan Nabatieh di Lebanon selatan," demikian rilis IRGC, dikutip Al Jazeera.
IRGC menyatakan akan mengambil langkah tegas jika pasukan Zionis mengabaikan peringatan mereka dan terus menggempur Lebanon.
"Operasi malam ini adalah peringatan, dan jika agresi tersebut diulangi, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Amerika-Zionis di wilayah tersebut," demikian menurut IRGC.
Israel kemudian segera membalas dengan melancarkan serangan udara melalui jet-jet tempur mereka.
Militer Israel menyatakan telah menargetkan kompleks petrokimia Mahshahr hingga dilaporkan menyebabkan kerusakan parah.
Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter mengatakan serangan Israel merupakan balasan usai Iran dianggap lebih dulu menggempur negara tersebut.
"Semua orang sudah muak dengan rezim Iran yang gila ini," kata Leiter, dikutip Reuters.
Dia lalu berujar, "Tak ada negara yang bermartabat di dunia yang akan mentolerir serangan seperti itu, dan Israel pun tak akan mentoleransinya."
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mengikuti permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan ke Iran.
Meski demikian Netanyahu tampaknya "ingkar janji" dan tetap meluncurkan serangan balasan ke Iran pagi tadi.
Militer Israel mengatakan telah meluncurkan serangan balasan ke "target militer" di Iran. Menurut laporan media pemerintah Iran, ledakan terdengar di tiga kota yakni Teheran, Isfahan, dan Tabriz.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
6
















































