Jakarta, CNN Indonesia --
Israel mulai menggali parit yang bakal diisi buaya di sekitar penjara tempat warga Palestina dibui.
Media Israel Yedioth Ahronoth, yang dikutip Middle East Monitor, melaporkan pada Rabu (22/7) petugas sedang menggali parit-parit di penjara Ketziot dan akan membentang sekitar 170 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat di Ramat Negev, lokasi penjara Ketziot, mengatakan parit digali di dalam penjara di sekitar salah satu sayap khusus dan tak bisa dilihat dari luar.
"Tidak ada yang tahu apakah benar-benar akan ada buaya di sana, tetapi persiapan sedang dilakukan," kata pejabat itu.
Dinas Penjara Israel disebut akan merawat, mengawasi, dan menampung buaya-buaya tersebut. Petugas penjara juga akan diberikan pelatihan untuk menangani buaya tersebut.
Proyek ini muncul usai Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup Idit Silman memutuskan untuk mengklasifikasikan buaya Nil sebagai "hewan liar yang dijinakkan". Klasifikasi buaya Nil ini padahal bertentangan dengan pendapat penasihat hukum kementerian itu dan ahli lain.
Namun, langkah itu menuai pujian dari Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir. Dia menyebut langkah Silman membuka jalan proyek dan menyatakan fase percontohan penjara buaya resmi dimulai.
"Siapa pun yang mengira ini hanya sebuah aksi publisitas tentu salah," kata Ben Gvir.
Ketziot merupakan penjara terbesar Israel dan memiliki tingkat keamanan paling ketat. Penjara ini sudah lama digunakan untuk memenjarakan warga dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Menurut lembaga penahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel meningkat 83 persen sejak pemerintahan Benjamin Netanyahu meluncurkan agresi di Gaza pada Oktober 2023. Jumlah tersebut melebihi 9.600 tahanan dibandingkan angka sebelum agresi.
(isa/dna/bac)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
4















































